Breaking News:

Jamaah Indonesia Belum Boleh Umrah

Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan pelaksanaan umrah saat bulan Ramadhan 1442 Hijriah

Jamaah Indonesia Belum Boleh Umrah
IST
ENDANG JUMALI, Konsul Haji KJRI Jeddah

JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan pelaksanaan umrah saat bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Namun pelaksanaannya terbatas dan dengan izin yang ketat. Untuk Indonesia, izin tersebut hanya berlaku bagi jamaah yang sudah disuntik vaksin dengan sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan demikian, kebanyakan masyarakat Indonesia yang sudah disuntik vaksin Sinovac belum dibolehkan melaksanakan umrah. Sebab, vaksin Sinovac hingga kini belum mendapat sertifikat dari WHO.

"Saudi membuka izin umrah mulai awal Ramadhan 1442 Hijriah," ujar Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, Selasa (13/4/2021).

Umrah, lanjut Endang, hanya dibolehkan untuk jamaah yang berada di Arab Saudi atau ekspatriat yang berada di Tanah Suci. "Izin umrah dibuka bagi warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang saat ini tinggal di Arab Saudi," kata Endang.

Meski demikian, jamaah dari negara lain tetap bisa melaksanakan ibadah umrah. Namun, mereka yang bisa beribadah umrah adalah yang diizinkan masuk ke Arab Saudi. Pendaftaran e-visa umrah bagi warga negara lain tetap bisa dilakukan melalui aplikasi Eatamarna dan Tawakalna. Aplikasi tersebut tetap terbuka dan dapat diakses oleh penyelenggara umrah untuk negara yang jamaahnya diizinkan masuk ke negara Raja Salman tersebut.

Untuk Indonesia, izin tersebut berlaku bagi jamaah yang sudah disuntik vaksin dengan sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan, vaksin Sinovac yang kebanyakan sudah disuntikkan kepada masyarakat Indonesia belum mendapat sertifikasi dari WHO.

Selain itu, calon jamaah umrah dari negara lain yang akan mendaftar umrah juga wajib sudah melakukan vaksinasi Covid-19. "Selama di Arab Saudi, mereka juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata dia. Untuk pembatasan usia jamaah umrah, Arab Saudi masih memberlakukan mereka yang berusia 18-60 tahun. Kecuali bagi warga Arab Saudi, usia yang dibolehkan adalah sebelum 70 tahun.

Hanya sekali

Bagi mereka yang menjalankan ibadah umrah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperbolehkan namun tidak boleh berkali-kali, alias hanya sekali. Aplikasi ponsel Eatmarna dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengungkapkan, jamaah yang memperoleh izin umrah tidak dapat mengajukan izin umrah lagi sebelum berakhirnya izin umrah yang pertama.

Izin serupa melalui aplikasi juga berlaku untuk pelaksanaan shalat Tarawih di Masjidil Haram, Mekkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci Pemerintahan Arab Saudi, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, mengatakan, shalat Tarawih dipersingkat dari 20 menjadi 10 rakaat.

Shalat Tarawih sepenuhnya akan disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. "Izin yang dikeluarkan tidak mungkin lebih dari satu hari," ujar Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais. Selain itu, lamanya shalat Tarawih di semua masjid tidak boleh lebih dari 30 menit. (tribun network/kps/wly)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved