Breaking News:

Pencairan BLT Masih Rendah, Nama Penerima Belum Diusulkan

Masih banyak Keuchik di Kota Banda Aceh yang belum mengusulkan nama-nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa

Editor: bakri
Pencairan BLT Masih Rendah, Nama Penerima Belum Diusulkan
IST
DWI PUTRASYAH, Kepala DMPG Banda Aceh

BANDA ACEH - Masih banyak Keuchik di Kota Banda Aceh yang belum mengusulkan nama-nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Akibatnya, pencairan bantuan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh belum dilakukan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Dwi Putrasyah. Karena itu dia mengimbau kepada para keuchik yang sudah membuat program penyaluran BLT yang bersumber dari dana desa 2021 untuk segera mengusulkan nama penerima bantuan ke KPNN.

“Hingga April ini, usulan pencairan BLT dana desa yang diajukan baru sampai bulan Februari. Sementara jadwal tahapan pencairan, untuk Maret dan April, sudah bisa diajukan,” kata Dwi saat menggelar pertemuan dengan Kepala BPKK Kota, Iqbal Rokan, Kepala KPPN Kota Banda Aceh, Herkwin, Senin (14/4/2021).

Dikatakan, untuk pemanfaatan dana desa tahun 2021, umumnya setiap gampong di Banda Aceh ada penyaluran BLT dana desa bagi masyarakat kurang mampu dan duafa. Tapi usulan pencairan BLT dana desa ke KPPN masih sedikit. padahal dalam tahapan pencairan dana desa maupun BLT dana desa di KPPN, tidak ada istilah  antrean.

Untuk pencairan BLT dana desa bulan Januari, dari 90 gampong yang ada, baru 40 desa yang sudah mencairkan. Sedangkan yang pengusulan baru, ada 33 gampong. “Dengan begitu ada sembilan gampong yang belum mencairan BLT dana desanya,” terang Dwi Putrasyah.

Sementara untuk pencairan bulan Februari, baru tiga gampong yang melakukannya. 31 gampong lagi baru mengusulkan, sehingga ada56 gampong belum mencairkan BLT dana desa. “Sedangkan usulan pencairan pada Maret dan April ini masih kosong,” jelasnya.

Padahal, katanya, pencairan BLT dana desa dilakukan setiap bulan. Meski begitu ada beberapa gampong yang terlambat mengusulkan BLT dana desa berikutnya, karena lamban membuat pertanggunganjawabaan dan rekap BLT dana desa yang sudah disalurkan.

Karena itu, Dwi Putrasyah mengimbau kepada gampong-gampong yang sudah menyalurkan BLT dana desa bulan Januari dan Februari, segera membuat pertanggungjawaban dan melaporkan rekap penyaluran BLT dana desa ke DPMG Kota,  agar usulan pencairan BLT dana desa bulan berikutnya bisa disampaikan kembali ke KPPN, agar penerima manfaat bisa menerima kembali BLT dana desa.

“Berdasarkan Peraturan Kemenkeu dan Kemendes, besaran BLT dana desa 2021, setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan Rp 300.000/bulan. Bantuan itu disalurkan setiap bulan,” pungkasnya.

Kepala KPPN Banda Aceh, Herkwin, kembali menegaskan bahwa pengajuan permintaan penyaluran dana desa tidak ada sistem antrean. Gampong yang sudah memenuhi persyaratan untuk pencairan dana desa, pihak DPMG Kota dan Badan Pengelola Keuangan Kota (BPKK) dipersilakan mengajukan ke KPPN, dan mereka akan memeroses pencairannya secara bergulir.

Dalam memeroses pengajukan pencairan dana desa maupun BLT dana desa di KPPN, dilakukan sesuai tahapan pencairannya. “Kita tidak menunggu usulan sebelumnya habis, baru diterima usulan yang baru,“ tegas Herkwin.

Berapapun jumlah usulan pencairan dana desa yang masuk dari gampong, kata Hekwin, semuanya diproses, tanpa antre. Kalau semua dokumen persyaratan pencairannya sudah lengkap, kita langsung menyatakan usulan pencairan dana desanya sudah oke. Dana desa dan BLT dana desanya langsung di transfer ke rekening penerimaan dana desa, untuk masing-masing gampong.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved