Breaking News:

Opini

Pendidikan Kelas Ramadhan

Ramadhan hadirmu adalah anugerah dari Sang Maha Rahman, denganmu beribu-ribu dosa dihapuskan, semua amalan dilipatgandakan bagi umat Rasulullah

Pendidikan Kelas Ramadhan
IST
Zarkasyi Yusuf, ASN Pada Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh

Oleh Zarkasyi Yusuf, ASN Pada Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh

"Ramadhan hadirmu adalah anugerah dari Sang Maha Rahman, denganmu beribu-ribu dosa dihapuskan, semua amalan dilipatgandakan bagi umat Rasulullah"

Ini adalah bait syair lagu dengan judul Ramadhan yang dinyanyikan Mustafa Atif asal Mesir, lagu ini viral di youtube. Syair ini mengambarkan betapa luar biasanya Ramadhan, Ramadhan adalah edisi khusus dengan paket tanpa batas atau unlimited yang hanya diberikan Allah kepada umat Muhammad, nama lain dari bulan ini sering disebut dengan sayyid al-syuhur.

Jika diibaratkan hadiah, Ramadhan adalah kado terindah yang diberikan Allah, apalagi dengan kewajiban melaksanakan puasa selama satu bulan lamanya, sebagaimana firman Allah dalam surat al- Baqarah ayat 183. Dijelaskan dengan pendekatan dunia pendidikan, Ramadhan dapat ditamsilkan dengan kelas khusus dan istimewa, kelas yang dihadirkan hanya sekali dalam sepanjang tahun pelajaran yang berjumlah dua belas bulan.

Uniknya lagi, kelas ini hanya menetapkan satu syarat saja, yaitu amanu (beriman). Siapa saja dalam dirinya terdapat syarat ini, pasti dengan tanpa paksaan akan ikut berpartisipasi untuk menempuh pendidikan dalam kelas khusus ini.

Terkait pendidikan, segala sesuatu yang dilakukan harus didasari kesadaran. Inilah makna pendidikan yang diterjemahkan para ahli sebagai usaha sadar manusia untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Begitu juga dengan partisipasi dalam kelas khusus Ramadhan, maka harus dilakukan dengan kesadaran penuh dan sungguh-sungguh.

Menjadi pelajar pada kelas Ramadhan adalah kebutuhan bagi kita semua, kebutuhan untuk memperbaiki gejala kelainan yang terjadi dalam kehidupan. Gejala tersebut antara lain, pemimpin yang tidak memperdulikan rakyatnya, cendikiawan yang tidak lagi mencerdaskan, orang kaya yang hilang sifat dermawan, orang miskin yang tidak lagi sabar dalam kemalangan yang ditimpa atasnya, serta rakyat biasa yang hidup dalam sumpah-serapan dan upat caci karena kebimbangan akibat ulah para politisi yang kadang ingkar janji.

Disederhanakan, kelas Ramadhan adalah kebutuhan untuk mengembalikan tatanan kehidupan yang sudah centang perenang, kehidupan yang mengindikasikan bahwa manusia tidak lagi berusaha dengan kesadaran, sehingga yang tidak patut pun dikerjakan. Signal penting dan besarnya hikmah Ramadhan terdeteksi dalam do'a yang selalu kita amalkan yaitu, "Ya Allah berikan kami keberkatan dalam bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikan kami dalam Ramadhan".

Dalam tradisi masyarakat Aceh, pentingnya Ramadhan telah diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sejak dalam ayunan melalui lantunan syair "Neubi Ya Allah beumatee kamoe dalam taat, malam jum'at buleun ramadhan". (Ya Allah wafatkan kami dalam taat, malam jum'at pada bulan Ramadhan").

Dalam tradisi dayah di Aceh, umumnya belajar santri diliburkan, tetapi jika ada santri yang tidak pulang kampung halaman akan dibuka kelas khusus yang langsung diasuh oleh pimpinan dayah. Agar lebih fokus dalam ibadah, dayah juga membuka kelas suluk dan khalwat dengan amalan tarekat naqsyabandiah dan syatariah.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved