Breaking News:

Luar Negeri

Bukan Hanya di Natuna, 240 Kapal China Sesaki Lautan Filipina Ambil Berton-ton Ikan Secara Ilegal

Menteri luar negeri Filipina pada Rabu (14/4/2021) melakukan protes diplomatik terhadap China, usai 240 kapal datang ke laut Filipina.

Dedek Ardiansyah Terisno
FOTO ILUSTRASI - Kapal asing yang dipergoki nelayan mencuri ikan di Perairan Natuna 

SERAMBINEWS.COM - Setelah sebelumnya sempat menghebohkan warga Indonesia dengan kehadiran kapal China di laut Natuna, Kepulauan Riau, kini kapal China menyambangi lautan Filipina sampai menuai kecaman dari Pemerintah Filipina

Melansir dari Anadolu Agency, Rabu (14/4/2021) malam, Menteri luar negeri Filipina pada Rabu (14/4/2021) melakukan protes diplomatik terhadap China setelah 240 kapal China terus mendatangi Laut Filipina Barat.

"DFA (Departemen Luar Negeri) akan melakukan protes diplomatik sekarang," kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr dalam sebuah pernyataan.

Namun, ia mengaku belum menerima kabar terbaru dari Satuan Tugas Nasional Laut Filipina Barat (NTF-WPS) tentang perkembangan tersebut.

NTF-WPS menegaskan kembali permintaannya terhadap China untuk menarik kapalnya di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina (ZEE) di Laut Filipina Barat, dalam sebuah pernyataan Selasa (13/4/2021) malam.

"Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat mengecam kedatangan terus menerus di WPS oleh Penjaga Pantai China (CCG) dan Milisi Maritim yang diklaim oleh otoritas China sebagai kapal penangkap ikan biasa," katanya.

Baca juga: AS dan Filipina Membahas Kapal Milisi Bersenjata China di Kawasan Laut China Selatan

Menurut NTF, per 11 April 2021 sekitar 240 kapal China tersebar di beberapa kawasan perairan teritorial Kalayaan, Palawan.

"Perkiraan minimum bahwa masing-masing dapat menangkap satu ton ikan sama dengan total konservatif 240.000 kilo (529.200 pon).

Ikan diambil secara ilegal dari perairan Filipina setiap hari sehingga kapal penangkap ikan China yang berjumlah banyak tetap berada di Laut Filipina Barat," kata pernyataan gugus tugas.

Penjaga Pantai Filipina pada Maret lalu melaporkan bahwa 220 kapal diyakini diawaki oleh personel milisi maritim China, terlihat tertambat dalam formasi barisan di terumbu karang.

Halaman
1234
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved