Breaking News:

Luar Negeri

Bukan Hanya di Natuna, 240 Kapal China Sesaki Lautan Filipina Ambil Berton-ton Ikan Secara Ilegal

Menteri luar negeri Filipina pada Rabu (14/4/2021) melakukan protes diplomatik terhadap China, usai 240 kapal datang ke laut Filipina.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Dedek Ardiansyah Terisno
FOTO ILUSTRASI - Kapal asing yang dipergoki nelayan mencuri ikan di Perairan Natuna 

Awal pekan ini, DFA memanggil Duta Besar China untuk Filipina Huang Xilian karena "kehadiran ilegal" kapal milisi China di perairan sengketa Whitsun Reef.

Baca juga: Tentara Filipina Selamatkan Tiga Warga Sulawesi yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Wakil Wakil DFA Elizabeth Buensuceso mengatakan kepada Huang bahwa terumbu karang "terletak di ZEE Republik Filipina" dan bahwa "berlanjutnya kehadiran kapal-kapal China di sekitar terumbu merupakan sumber ketegangan regional."

Dia juga menekankan putusan tahun 2016 oleh pengadilan PBB yang menolak sebagian besar klaim China atas perairan yang disengketakan.

Baca juga: Tegas! Presiden Filipina Duterte Pecat Duta Besar yang Lakukan Kekerasan pada Pembantu Rumah Tangga

Kapal China di Natuna

Sebelumnya beredar foto memperlihatkan Kapal Coast Guard China membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Selasa (9/6/2020).

Tak tinggal diam, Tentara Nasional Indonesia (TNI) merespons hal tersebut dengan menerjunkan delapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengamankan Perairan Natuna, Kepuluan Riau, sekaligus menghalau kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia.

Jenis KRI yang diturunkan sendiri adalah jenis Corvett dan Frigate, yakni KRI Tjiptadi 381, KRI Teuku Umar 385, KRI John Lie 358, KRI Sutendi Senoputra 378, KRI Usman-Harun 359, kapal KRI Ahmad Yani 351, KRI Karel Satsuit Tubun 356 hingga KRI Tarakan 905 sebagai kapal jenis tanker.

Kedelapan kapal tersebut silih berganti untuk berpatroli melakukan pengamanan wilayah perairan Laut Natuna Utara.

Selain itu, TNI menerjunkan pesawat intai maritim yakni pesawat Boeing 737 'Camar Emas' dari Skadron Udara 5 yang mampu mendeteksi sasaran di permukaan dan udara sejauh 256 mil laut (Nm) serta empat pesawat jet tempur jenis F-16 juga diterjunkan dari Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin untuk patroli udara.

Baca juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Kembali Jadi Sorotan, Perintahkan Tembak Mati Pemberontak Komunis

China Tambah Coast Guard

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved