Breaking News:

Internasional

Jordania Kutuk Israel, Rebut Empat Kunci Menara Masjid Al-Aqsa untuk Membungkam Suara Adzan

Pemerintah Jordania mengutuk polisi Israel, yang telah merebut kunci pintu di empat menara Masjid Al-Aqsa dalam upaya membungkam suara azan.

Editor: M Nur Pakar
honestreposrting
The Dome of Rock dan masjid Al Aqsa. 

SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Pemerintah Jordania mengutuk polisi Israel, yang telah merebut kunci pintu di empat menara Masjid Al-Aqsa dalam upaya membungkam suara adzan.

Langkah itu dilakukan setelah pejabat wakaf, yang mengawasi situs suci Jerusalem, menolak mematikan pengeras suara pada hari pertama Ramadhan.

Mereka mengatakan Israel menginginkan ketenangan, sementara tentara baru berdoa di tembok Buraq (Barat).

Pejabat Jordania mengklaim karyawan wakaf Yerusalem yang dikelola Jordania dan departemen urusan Al-Aqsa diganggu selama operasi polisi.

Baca juga: Ingin Peringati Isra Mikraj, Ulama yang Juga Penceramah di Masjid Al-Aqsa Ditahan Israel

Daifallah Al-Fayez, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jordania menggambarkan tindakan Israel sebagai provokasi terhadap Muslim di seluruh dunia dan pelanggaran hukum internasional dan status quo historis.

Dia mengatakan Masjid Al-Aqsa adalah murni situs suci Islam dan departemen wakaf Jerusalem satu-satunya otoritas yang bertugas mengawasi semua urusannya.

Sebuah sumber di Dewan Wakaf Jerusalem kepada Arab News, Kamis (15/4/2021) mengatakan:

“Ini adalah pertama kalinya sejak 1967 penjajah Israel mensabotase kunci untuk memasuki menara dan secara fisik memutus aliran listrik ke pengeras suara."

Baca juga: Israel Ingin Menghancurkan Masjid Al-Aqsa? Berikut Pengakuan Orang Yahudi

"Mereka mengejar pejabat dan staf wakaf yang menolak untuk melaksanakan tuntutan mereka."

Israel adalah penandatangan banyak perjanjian internasional yang mewajibkan untuk menghormati kesucian tempat-tempat suci.

Sebuah sirene Israel dibunyikan di Jerusalem pada pukul 8 malam pada Selasa sebagai penghormatan kepada 23.928 tentara yang tewas.

Bersamaan dengan aan shalat Isya di kota itu pada pukul 8:29 malam.

Hanna Issa, Kepala Komite Islam-Kristen untuk Jerusalem, mengatakan tindakan Israel telah melanggar Konvensi Roma 1998.

Dia meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Dimitri Diliani, presiden Koalisi Kristen Nasional di Tanah Suci, mengatakan insiden itu untuk melumpuhkan kebebasan beragama dan serangan terhadap tempat-tempat suci Islam.

Baca juga: Jordania Kecam Israel, Yahudi Radikal Masuki Masjid Al-Aqsa, Rayakan Festival Purim Sambil Mabuk

“Selain itu, ini merupakan cerminan dari kebijakan rasis penjajah Israel yang tidak dapat menerima siapapun yang bukan Yahudi,” ujarnya.

Ahmad Tamimi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mendesak tindakan internasional untuk mengakhiri pelanggaran Israel atas tempat-tempat suci Muslim di Jerusalem.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved