Breaking News:

KJRI Songkhla Dampingi 32 Nelayan Aceh, Semuanya Dalam Kondisi Sehat

Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Indonesia di Songkhla, Thailand, dilaporkan sudah mengunjungi 32 nelayan Aceh

FOTO DOK PPN IDI
Sebanyak 32 nelayan Idi, Aceh Timur, ditangkap militer Thailand pada Jumat (9/4/2021) padgi di sekitar perairan Teluk Benggala. Dua orang di antaranya berhasil melarikan diri dengan boat jalur dan Minggu (11/4/2021) telah tiba dengan selamat di Kuala Idi. 

BANDA ACEH - Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Indonesia di Songkhla, Thailand, dilaporkan sudah mengunjungi 32 nelayan Aceh yang ditahan otoritas negera tersebut pada Jumat (9/4/2021) lalu. Hal itu berdasarkan keterangan yang disampaikan Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek, kepada awak media, Rabu (15/4/2021).

Miftah Cut Adek mengatakan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima dari KJRI Songkhla, saat ini semua nelayan Aceh itu dalam kondisi sehat. Pihak otoritas setempat dia katakan akan terus memantau kesehatan para nelayan tersebut.

Selain memantau kesehatan, pihak KJRI juga memberikan bantuan logistik, kebutuhan dasar, hingga memberikan pendampingan kepada nelayan yang ditahan. Saat ini ia sebutkan, di Thailand sedang berlangsung libur panjang dalam rangka tahun baru Thailand, serta masih berlakunya darurat Covid-19.

“Sesuai laporan KJRI Songkhla, WNI nelayan asal Aceh itu dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat,” ujar Miftah, meneruskan informasi dari KJRI.

“KJRI Songkhla telah mengantisipasi dengan memberikan pendampingan, bantuan logisitik, dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan bagi 32 nelayan tersebut, mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang Tahun Baru Thailand dan masih berlakunya darurat Covid-19,” tulis Miftah lagi dalam pesannya.

Wasekjen Panglima Laot Aceh ini menjelaskan, 32 nelayan asal Idi, Aceh Timur, itu ditangkap oleh militer Thailand pada Jumat (9/4/2021) sekitar pukul 06.00 waktu setempat di perairan Andaman, ke arah utara Sabang.

Sebenarnya ada 34 nelayan yang ikut mencari ikan bersama boat KM Rizki Laot. Tapi saat penangkapan itu, mereka semua sedang melempar pukat. Sedangkan dua nelayan lagi naik ke perahu kecil untuk menahan ikan agar tidak keluar.

Saat pihak militer Thailand mendekat, kedua nelayan langsung melarikan diri, sedangkan 32 yang di boat tidak bisa kabur lagi. “Mereka lari setelah KM Rizki Laot disergap. Kira-kira jaraknya jalo (perahu) dengan boat sekitar 30 meter. Mereka potong tali yang mengikat jalo ke boat, lalu melarikan diri,” cerita Miftah.

Kedua nelayan itu dengan menggunakan perahu mesin terus mengarah ke perairan Aceh. Kemudian di tengah pelariannya, keduanya bertemu boat dari Lampulo. Akhirnya mereka kembali ke Banda Aceh sehari setelahnya. Saat ini dua nelayan yang berhasil kabur tersebut sudah kembali ke kampung halamannya di Idi.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved