Breaking News:

Pengungsi Kembali ke Rumah, Bau Gas Beracun Tak Ada Lagi

Warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur yang mengungsi karena terdampak gas beracun, Rabu (14/4/2021) pagi

Editor: bakri
Dok: Camat Banda Alam.
Camat Banda Alam Aceh Timur, Muliadi SSTP MAP, didampingi tokoh masyarakat, memberikan arahan kepada warga yang terdampak gas beracun sejenak sebelum pulang ke rumah mereka dari lokasi pengungsian, Rabu (14/4/2021). 

IDI - Warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur yang mengungsi karena terdampak gas beracun, Rabu (14/4/2021) pagi, sudah dipulangkan oleh pihak PT Medco E&P Malaka ke rumah masing-masing.

Warga diperbolehkan pulang menyusul sudah keluarnya hasil survei tim teknis PT Medco, dan tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur. Di mana hasilnya bahwa tidak ada lagi bau yang mencemari udara di lingkungan masyarakat Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam.

Sejak Jumat (9/4/2021) hingga Rabu pagi, genap lima hari lima malam 316 jiwa dari 137 kk warga Panton Rayeuk T, mengungsi di kantor camat Banda Alam. Ratusan warga tersebut dipulangkan menggunakan mobil bus Jumbo yang dibantu pekerja Medco, Muspika, dan petugas lainnya.

Amatan Serambi, pukul 10.00 WIB, lokasi pengungsian sudah kosong, dapur umum yang dibuka Dinsos Aceh Timur juga telah ditutup. VP Relations & Security PT Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi mengatakan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan di lokasi sumur AS-11, AS-9, AS-12 dan Desa Panton Rayeuk T oleh DLH Aceh Timur didampingi PT Medco E&P Malaka, tidak ada lagi bau yang diduga dari asap suar kegiatan pemelihaan sumur AS-11 di Blok A.

Dari hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan tim di desa tersebut, Senin (12/4) lalu, hasilnya tidak ditemukan bau gas dan parameter SO2, H2S, dan CH4 terbaca Nol atau normal di udara.

"Karena itu, mengacu pada hasil survey ini, maka warga Desa Panton Rayeuk T sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing sejak Rabu (14/4) Rabu. Mereka dibantu oleh pekerja Medco E&P dan petugas lainnya," ungkap Arif Rinaldi.

Selanjutnya, tambah Arif Rinaldi, Medco E&P akan tetap memonitor kondisi sekitar sumur dan pemukiman masyarakat secara berkala. Perusahaan juga terus mendampingi warga, baik yang sudah kembali ke rumah maupun yang masih di rumah sakit. “Perusahaan berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dan masyarakat sehingga kejadian ini dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya.

Camat Banda Alam, Muliadi SSTP MAP mengatakan, warga sudah diperbolehkan pulang berdasarkan keputusan semua pihak yakni PT Medco, BPMA, DLH, Muspika, DPRK, panglima sagoe, tokoh masyarakat, dan warga.

"Pemulangan ini berdasarkan keputusan semua pihak, acuannya bahwa tidak ada lagi bau berdasarkan hasil survei tim teknis PT Medco, bersama tim DLH Aceh Timur, BPMA, DPRK,  dan tokoh masyarakat," ungkap Muliadi.

Selain itu, sudah ada titik temu antara masyarakat dengan PT Medco, terkait kompensasi yang diganti rugi oleh pihak perusahaan kepada masyarakat.

Meski pengungsi sudah dipulangkan, ungkap Muliadi, masih ada 10 warga lagi yang dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menjalankan tupoksi masing-masing dalam menangani pengungsi,” sebutnya.(c49)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved