Breaking News:

Sekeluarga jadi Bandar Sabu, Polisi Terus Buru ND

Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar berhasil membongkar sindikat peredaran narkoba jaringan internasional pada Kamis (8/4/2021) lalu

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH 

JANTHO - Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar berhasil membongkar sindikat peredaran narkoba jaringan internasional pada Kamis (8/4/2021) lalu. Empat orang berhasil ditangkap, dan satu orang lagi, perempuan bernisial ND, buron. Ironisnya, sindikat itu melibatkan satu keluarga yang berperan sebagai bandar sabu.

Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Sat Resnarkoba) Polres Aceh Besar terus memburu ND yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus peredaran narkoba jaringan internasional di Aceh Besar.

Sebelumnya, suami ND ditangkap Sat Resnarkoba Polres Bireuen dan ibu kandungnya MAR ditangkap Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar beberapa hari yang lalu. "Kita saat ini memburu ND anak kandung MAR, asal Bireuen yang melarikan diri," ujar Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH, didampingi Kasat Narkoba, Iptu Sunardi SH MH, kepada Serambi, Rabu (14/4/2021).

Sunardi mengatakan, barang haram sabu sebanyak delapan bungkus yang diamankan pihaknya dari tangan MAR dengan berat 6.235 gram merupakan titipan dari ND (anak kandung MAR). Tersangka ND dia sebutkan telah memiliki satu anak yang dititipkan kepada neneknya di Bireuen.

Menurut Iptu Sunardi, jaringan atau sindikat narkoba asal Bieruen ini adalah pemain lama sebagai bandar sabu. Di dalamnya terlibat anggota keluarga, mulai dari suami, istri dan mertua, serta orang lain.

Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan SIK SH, Senin (12/4/2021) lalu mengungkapkan, sindikat narkoba yang berhasil dibongkar pihaknya itu merupakan jaringan internasional.

"Mereka adalah sindikat narkoba jaringan internasional dan barang haram ini berasal dari Bireuen yang pernah tertangkap ratusan kilogram beberapa waktu lalu," kata Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan SIK SH, Senin (12/4/2021) lalu.

Riki mengatakan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang mereka tindak lanjuti dan kembangkan. Kini empat pelaku itu, telah diamankan di Mapolres Aceh Besar. Atas perbuatannya itu, keempat tersangka dibidik melaggar pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab atau yang akrab disapa Waled Husaini, mengatakan, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, caranya adalah mendirikan salat lima waktu.

"Untuk memberantas narkoba hanya perlu menyadarkan orang dengan mendekatkannya kepada Allah dengan salat lima waktu. Kalau salatnya tak jelas, orangnya pasti juga akan terpengaruh dengan narkoba dan kriminalitas lainnya," ujar Waled Husaini kepada Serambi, Minggu (11/4/2021).

Ia menjelaskan, selama ini pemerintah dan aparat penegak hukum telah gencar mensosialisiakan dan memberantas peredaran narkoba di Aceh Besar. Namun penyalahgunaan narkoba tetap saja terjadi. Bahkan di dalam lapas sekalipun.

Jadi, menurut Waled Husaini, untuk menyadarkan orang yang kecanduan narkoba hanya perlu dilakukan pembinaan dengan mendekatkan dirinya kepada Allah dengan belajar agama di pondok pesantren dan mendirikan shalat lima waktu.

“Karena dengan tegaknya shalat lima waktu, maka akan membuat kita sadar yang mana yang baik dan tidak baik terhadap diri  kita dan keluarga,” imbuhnya.(as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved