Breaking News:

Salam

Pandemi Belum Berlalu, Tagihan Listrik Bakal Naik

Pada kuartal III 2021 atau mulai 1 Juli 2021 tarif listrik bakal naik karena pemerintah menghapus 100 persen kompensasi yang selama ini

Editor: bakri
For Serambinews.com

Pada kuartal III 2021 atau mulai 1 Juli 2021 tarif listrik bakal naik karena pemerintah menghapus 100 persen kompensasi yang selama ini ditanggung pemerintah. Jika itu terjadi, maka semua golongan pelanggan PLN termasuk non-subsidi akan lebih mahal ketika bayar tagihan listrik bulanannya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menjelaskan, kenaikan tagihan listrik per bulan ini untuk masing-masing golongan berbeda-beda besarannya lantaran tarif yang berbeda serta asumsi pemakaian rata-rata dari tiap golongan pelanggan.

Bagi pelanggan rumah tangga dengan golongan R.1/900 VA-RTM, pemerintah mematok asumsi pemakaian rata-rata per bulan adalah 109 kWh. Dengan asumsi tersebut, selama ini pelanggan membayar tagihan listrik sebesar Rp 147.893 per bulan. Maka, nanti harus membayar sekitar sebesar Rp 165.802 per bulan  atau naik sekitar Rp 18.000/bulan.

Pelanggan golongan R.1/1.300 VA,  pelanggan R.1/2.200 VA, pelanggan R.2/3.500 VA sampai dengan 5.500 VA, dan R.3/6.600 VA ke atas juga mengalami kenaikan 1 Juli 2021.

Tak hanya pelanggan rumah tangga, para pebisnis juga akan terdampak kenaikan tarif listrik mulai 1 Juli 2021. Pelanggan PLN bisnis besar, meliputi 2 golongan yakni B-2/TR 6.600 VA hingga 200 kVA dan B-3/TM di atas 200 kVA.

Kita tidak ingin berpolemik mengenai alasan pemerintah dan PLN menaikkan tarif listrik pada Juli nanti. Tapi, kita ingin mengatakan bahwa penaikan tarif listrik terjadi pada moment yang tidak tepat. Toh, pemerintah dan elit-elit politik selalu ngomong bahwa saat ini ekonomi negara dan masyarakat dalam keadaan terpuruk menyusul serangan viris Corona sejak 15 bulan lalu. Maka mengapa penaikan tarif listrik harus sekarang, pada pandemi belum berlalu? Pemerintah seharusnya lebih tanggap dalam menetapkan suatu kebijakan, terutama dalam hal kenaikan tarif listrik.

Di media sosial, masyarakat mulai mengomentari tentang tagihan listrik yang akan naik pada Juli 2021. “Meski pemerintah memiliki alasan yang cukup terhadap penaikan tarif listrik, tapi tetap saja masyarakat kecil akan merasakan dampaknya secara  langsung. Sejumlah industri yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak tentu ini akan berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas barang yang dihasilkan. Tarif listrik naik, secara tak langsung harga barang pun akan ikut naik. Rakyat kecil pun akan menjadi sasaran dari kebijakan yang asal-asalan,” komentar seorang warga di media sosial.

Pada umumnya warganet meminta pemerintah memilih waktu yang tepat untuk memberlakukan penaikan tagihan listrik. Saat ini merupakan bukan waktu yang tepat menambah beban masyarakat. Sebab, pandemi masih mencengkeram bangsa Indonesia dan sebagian besar penduduk dunia lainnya. Aktivitas di sektor ekonomi hingga saat ini masih sangat terganggu. Jumlah warga yang terinfeksi virus Corona pun masih tergolong tinggi, termasuk Aceh yang harus menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat secara mikro mulai bulan ini.

Selain itu, kita juga ingin menyinggung soal pelayanan listrik. Utama tentu frekuensi pemadaman yang harus benar-benar diminimalisir. Saat ini pemadaman masih begitu akrab dengan masyarakat. Setiap pekan ada saja warga yang mengeluh mendapatkan giliran pemadaman. Durasinya juga cukup panjang dilaporkan bisa berjam-jam.

Dua hari lalu, masyarakat sebagian masyarakat Singkil mengeluh karena listrik tiba-tiba padam saat mereka sedang berbuka puasa. Padahal, sudah sering masyarakat meminta PLN untuk memberikan pelayanan maksimal. Sebab, aktivitas masyarakat akan sangat terganggu akibat padamnya listrik.

Saat ini umat muslim menjalankan ibadah puasa, biasanya sering terganggu dengan padamnya listrikl secara tiba-tiba, terutama pada malam hari, ketika umat muslim akan melaksanakan buka puasa, shalat Tarawih, dan ibadah lainnya. Tahun lalu, ibadah puasa masih dibumbui dengan hal-hal seperti itu. Makanya, berharap tidak ada lagi pemadaman listrik di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya, sebab listrik adalah kebutuhan!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved