Breaking News:

Opini

Sehat Itu Nikmat

Sehat sesuatu yang penting dan dambaan semua orang. Bila seseorang mengalami sakit, apalagi sudah kronis, ia berupaya agar kembali jadi sehat

Sehat Itu Nikmat
Abdul Gani Isa, Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh

Oleh Abdul Gani Isa, Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh

Sehat sesuatu yang penting dan dambaan semua orang. Bila seseorang mengalami sakit, apalagi sudah kronis, ia berupaya agar kembali jadi sehat sekalipun harus mengeluarkan biaya yang banyak.

Namun umumnya manusia sering mengabaikannya, sebagaimana dijelaskan Rasulullah saw: "Ni'matani maghbunun fihima katsirun minannasi ash-shihhatu wal faraghu" (HR. Bukhari), (Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu (rugi tidak memperhatikan), yaitu kesehatan dan waktu luang).

Perintah berpuasa, baik puasa Ramadhan, maupun puasa sunat lainnya merupakan salah satu cara menjadikan setiap diri menjadi sehat. Melaksanakan puasa sebagaimana bunyi hadits Shumu tashihhu, adalah tuntunan Rasulullah saw sekaligus "resep" yang manjur bagi mereka yang menghendaki sehat jasmani atau sebagai terapi atas penyakit yang dideritanya.

Sebagaimana ungkapan: as-shihhatu taju la ya'rifuha illal maridl: "Sehat itu adalah mahkota tidak mengetahuinya (nikmat sehat) kecuali orang yang sakit". Di antara hal penting menjaga kesehatan harus dilakukan adalah: Pertama, melakukan diet (pencegahan).

Rasulullah saw bersabda: "al-Maidatu baitud da-i wal himyatu ra'tsu kulli dawa-in (HR.Dailami), (Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit, sedangkan pencegahannya itu pokok dari segala pengobatan). Hadits ini memberi petunjuk bahwa "al-maidah" berarti; lambung (ventrikulus), yang dalam bahasa Inggris disebut "stomach" merupakan salah satu organ-organ pencernaan dan tempat penyakit.

Kurang memperhatikan kesehatan perut, misalnya (1) makan tidak teratur, suka menunda waktu makan, tidak membiasakan diri makan pagi, makan sering tergesa-gesa tanpa mengunyahkan dengan baik. Selain itu ada kebiasaan manusia yang mengisi perut kosong dengan merokok dan minum kopi saja, yang lama kelamaan lambung dan organ pencernaan lainnya akan sakit; (2) Pola makanan yang enak dan berlebih-lebihan, misalnya memakan daging kambing secara berlebihan berakibat hipertensi, atau makanan berkadar lemak tinggi berdampak

meningkatnya kadar kolestrol dalam darah, sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah yang dapat menyerang jantung. Makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi jika dikonsumsikan secara berlebihan akan mengakibatkan kencing manis atau diabetes militus; (3) Kurang mewaspadai makanan dan minuman yang kurang jelas kebersihannya apalagi makanan dan jajanan yang sering hinggap lalat dan binatang lainnya; (4) Kurang peduli kebersihan mulut, gigi dan tangan. Pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi seperti sabda Rasulullah saw:

"tasawwaku fainnassawaka mutahhirun lil fami mardhiyun lirrabbi ma ja ani jibrilu illa ashani bissiwaki" (HR. Ibn Majah), (Bersiwaklah (menggosok gigi) kamu sekalian, sebab bersiwak itu adalah membersihkan mulut dan membuat Allah menjadi rela. Setiap malaikat jibril datang kepadaku ia selalu berpesan untuk bersiwak); (5) membiasakan diri dengan minuman khamar dan segala jenis narkoba, yang memabukkan sedikit atau banyak (QS, al-Maidah: 90).

Kedua, cara melaksanakan diet Cara melakukan diet adalah dengan pantangan atau "al-himyatu", seperti diingatkan Rasulullah saw: " al-himyatu ra'su kulla dawa-in" (pantangan itu pokok dari segala pengobatan). Dalam kaitan dengan pantangan ini, Allah swt, mengingatkan dengan firman-Nya: "Kulu wasyrabu wala tushrifu, innallaha la yuhibbul mushrifin" (QS, al-A'raf: 31),(makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved