Breaking News:

Setiap KK Dapat Rp 1,6 Juta, Kompensasi Bagi Korban Gas Alue Siwah

Sebanyak 163 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kegiatan flaring (pembersihan) sumur gas Alue Siwah di Gampong Panton Rayeuk

For Serambinews.com
Kadis ESDM Aceh, Mahdinur. 

BANDA ACEH - Sebanyak 163 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kegiatan flaring (pembersihan) sumur gas Alue Siwah di Gampong Panton Rayeuk, Aceh Timur, mendapat dana kompensasi dari pihak perusahaan. PT Medco E&P Malaka sebagai perusahaan yang mengelola sumur gas tersebut memberikan Rp 1,6 juta kepada setiap KK korban yang mengalami gangguan pernapasan dan muntah-muntah.

Sejumlah korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Zubir Mahmud maupun Puskesmas Banda Alam, Aceh Timur, mulai pulih dan kembali ke rumah masing-masing. Seluruh biaya pengobatan korban gas ditanggung PT Medco E&P Malaka.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM didampingi Kabid Migas, Darma kepada Serambi, Rabu (14/4/2021). Pihaknya mengapresiasi manajemen PT Medco yang telah memberikan dana kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak gas tersebut.

"Warga yang mengungsi maupun yang dirawat di rumah sakit mendapat Rp 400.000/KK/hari. Sehingga total dana kompensasi yang diterima tiap KK untuk 4 hari yakni Rp 1,6 juta dengan jumlah penerima manfaat 163 KK," ucap Mahdinur.

Selain kepada PT Medco, Dinas ESDM Aceh juga menyampaikan terima kasih kepada BPMA, BPBA, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan pihak lainnya yang ikut menangani peristiwa di sumur gas tersebut.

Disebutkan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh yang dimintai untuk menginvestigasi peristiwa itu sudah tiba di lokasi. Begitu juga dengan tim Universitas Syiah Kuala (USK) dan IPB. Di samping itu, area flare pit yang diduga mengeluarkan bau tak sedap untuk sementara sudah di-police line dan dalam kondisi aman.

Pada bagian lain, Kepala Dinas ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM mengatakan Pihaknya juga menurunkan tim teknis ke lokasi sumur gas Alue Siwah Nomor 11, yang diduga mengeluarkan bau tidak sedap pada saat pembersihan sumur gas. "Tim akan mengecek pencucian sumur gas yang dilakukan pekerja Medco, apakah sudah memenuhi standar atau belum, sehingga berdampak pada lingkungan," ucapnya.

Mahdinur menambahkan, tim akan melakukan kajian teknis terkait keluarnya gas H2S yang menyebabkan masyarakat mual dan muntah-muntah Saat pencucian sumur gas nomor 11 di Alue Siwah itu. "Kita juga perlu tahu apakah sebelum pencucian sumur gas itu ada dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar atau tidak," pungkasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved