Breaking News:

Cara Wakaf Benda Tidak Bergerak Secara Resmi agar Tak Muncul Persoalan Hukum di Kemudian Hari

Pahala dari ibadah wakaf akan terus mengalir pada yang mengamalkannya, asalkan manfaat dari wakaf yang diberikan masih terus bermanfaat pada mauquf

Foto kiriman Mustafa
Tim Penyelenggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Aceh Singkil meninjau lokasi wakaf produktif di Kecamatan Singkohor, Kamis (29/10/2020). 

Pahala dari ibadah wakaf akan terus mengalir pada yang mengamalkannya, asalkan manfaat dari wakaf yang diberikan masih terus bermanfaat pada mauquf alaih (penerima manfaat).

SERAMBINEWS.COM - Meski hukumnya sunat atau tak wajib, namun wakaf tergolong ibadah yang banyak memiliki keutamaan. 

Bagaimana tidak, bukankah wakaf termasuk sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus, meski kita sudah meninggal. 

Pahala dari ibadah wakaf akan terus mengalir pada yang mengamalkannya, asalkan manfaat dari wakaf yang diberikan masih terus bermanfaat pada mauquf alaih (penerima manfaat).

Di Indonesia sendiri terdapat peraturan yang mengatur soal wakaf.

Peraturan tersebut tercantum dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tetang Wakaf.

Baca juga: MotoGP Portugal - Ini Daftar 10 Rider Lolos Kualifikasi 2, Ada Adik Valentino Rossi

Baca juga: Resmi Gabung Persis Solo, Mantan Bintang Persiraja Assanur ‘Torres’ Rijal Mulai Latihan

Baca juga: Polisi Akan Tindak Tegas Aksi Balap Liar di Banda Aceh, Umumnya Dilakukan Remaja

Bentuk Wakaf

Dilansir laman resmi Badan Wakaf Indonesia, berikut benda tidak bergerak yang bisa diwakafkan:

1. Hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku, baik yang sudah maupun yang belum terdaftar.

Halaman
1234
Editor: Mursal Ismail
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved