Breaking News:

Serangan Israel ke Palestina

Israel Lakukan Serangan Udara ke Pabrik Amunisi di Jalur Gaza

Target serangan pesawat tempur Israel itu adalah sebuah pabrik amunisi dan terowongan yang digunakan untuk pengiriman senjata di Jalur Gaza.

Editor: Taufik Hidayat
AFP/File
Warga berjalan di antara puing-puing bangunan yang hancur dirudal jet tempur Israel di Jalur Gaza, Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA - Pesawat tempur dan helikopter Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza yang diblokade, kata tentara Israel. Tidak ada korban yang dilaporkan setelah serangan itu.

Tentara Israel mengklaim lewat media sosial Twitter bahwa mereka berhasil menghancurkan target yang dimiliki kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Target yang dimaksud adalah sebuah pabrik amunisi dan terowongan yang digunakan untuk pengiriman senjata di Jalur Gaza.

Serangan itu terjadi setelah sebuah roket diluncurkan dari Gaza.

Otoritas Gaza belum mengeluarkan pernyataan tentang serangan udara tersebut.

Jalur Gaza yang berpenduduk padat telah diblokade Mesir-Israel sejak 2007, ketika Hamas mengambil alih jalur tersebut.

Blokade telah merusak kehidupan warga Palestina yang menempati kawasan pantai.

Lebih dari 2.160 warga Palestina tewas, kebanyakan dari mereka warga sipil.

Sementara sekitar 11.000 lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada tahun 2014.

Baca juga: Tahun Depan, Indonesia akan Mulai Produksi Vaksin Merah Putih

Baca juga: Vaksin Nusantara Masih Jadi Polemik, Vaksin Merah Putih justru Akan Diproduksi Massal, Apa Bedanya?

Baca juga: Proyek Pemindahan Ibu Kota Bikin Fokus Pemerintah Menghadapi Pandemi Menjadi Terpecah

Baca juga: Okultasi Planet Mars dengan Bulan Bisa Dilihat di Langit Aceh Selama Satu Jam Lebih, Catat Waktunya

Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Sementara itu, terlepas dari pembatasan Israel, ribuan jemaah Palestina berhasil melakukan salat Jumat pertama di bulan suci Ramadan di Masjid Al-Aqsa.

Sheikh Azzam Al-Khatib, Direktur Jenderal Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, memperkirakan sekitar 70.000 warga Palestina melakukan salat Jumat di masjid itu.

Otoritas Israel melarang warga Palestina dari Tepi Barat untuk memasuki masjid, kecuali yang telah menerima vaksin Covid-19.

Warga Palestina di Gaza juga dilarang keluar dari Gaza untuk pergi ke Masjid Al-Aqsa.

Baca juga: Cara Daftar dan Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta di Bank BRI, Siapkan KTP

Baca juga: Cuaca Panas Terik dan Haus, Bolehkah Mandi di Siang Hari saat Sedang Berpuasa? Ini Penjelasannya

Sementara itu, Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri, memuji warga Palestina yang datang ke masjid tersebut.

"Langkah Anda ke Masjid Al-Aqsa adalah pengingat bagi semua Muslim di seluruh dunia bahwa Masjid Al-Aqsa berada dalam penawanan," kata Ekrima.

Dia juga mengimbau warga Palestina untuk tetap hadir di masjid.

Tahun lalu di bulan Ramadhan, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menangguhkan salat di Masjid Al-Aqsa karena wabah virus korona.

Untuk membendung penyebaran virus tahun ini, pihak pengelola mewajibkan jamaah untuk mematuhi protokol kesehatan, termasuk mengenakan masker dan menjaga jarak fisik antara satu sama lain.(AnadoluAgency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved