Breaking News:

Lurah Paris Asal Aceh, Pamer Foto Sedang Baca Serambi Indonesia dengan Latar Menara Eiffel Paris

Secara khusus Alijullah Hasan Jusuf mengirimkan fotonya yang sedang membaca surat kabar Serambi Indonesia dengan latar belakang menara Eiffel...

For Serambinews.com
Alijullah Hasan Jusuf mengirimkan fotonya yang sedang membaca surat kabar Serambi Indonesia dengan latar belakang menara Eiffel yang terkenal di Paris, Perancis. Serambi Indonesia yang dibaca edisi 14 April 2011, dengan judul berita utama "Kantor PU Bireuen Dilempar Bom.". 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Secara khusus Alijullah Hasan Jusuf mengirimkan fotonya yang sedang membaca surat kabar Serambi Indonesia dengan latar belakang menara Eiffel yang terkenal di Paris, Perancis. Serambi yang dibaca edisi 14 April 2011, dengan judul berita  utama "Kantor PU Bireuen DIlempar Bom."

“Ini  fotonya, saya bersama Serambi  Indonesia di Paris,” kata Alijullah dalam percakapan dengan Serambinews.com, Sabtu (17/4/2021) petang waktu Indonesia Bagian Barat. Ia sengaja membawa Serambi ke Paris yang memuat kisahnya saat berkunjung ke Aceh pada 2015.

Di Prancis ,  terdapat  15 orang Aceh. Salah seorang diantaranya adalah Alijullah Hasan Jusuf ini, pria kelahiran Blang Paseh, Sigli, Aceh yang kini  berusia 70 tahun. Menetap di negeri mode itu selama 50 tahun. Bersama istri asal Nias, Sumatera Utara dan dikarunia lima putra dan putri, Alijullah lebih memilih menghabiskan masa pensiun di Paris.

“Tapi saya tetap warga negara Indonesia dan setiap tahun pulang ke Indonesia, sejak 15 tahun terakhir. Kecuali dua tahun belakangan, dunia dilanda pandemi, mobilitas jadi terbatas,” katanya.

Dibanding Jerman, orang-orang Aceh yang bermikim di Prancis jauh lebih sedikit. Sejak dulu keadaanya begitu. Ada satu dua yang datang sekolah, tapi kemudian pulang lagi. Yang menetap di sini ya kami ada 15 orang kurang lebih,” kata Alijullah.

Alijullah mulai menetap di Paris pada 1968.  Kemudian pad tahun 1974, ia mengajak adiknya Alijusuf hijrah ke Paris. “Adik saya itu sekarang pesiunan di Kedutaan Brunei Darussalam di Paris. Ia menikah dengan orang Sigli juga, sekampung,” kata  Alijullah.

Menjalani bulan suci Ramadhan dau tahun ini di Paris berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ada saja forum-forum pertemuan dengan sanak saudara asal Aceh di Paris.

“Dulu kami sering saling berkunjung, atau shalat Jumat bersama di KBRI. Juga shalat tarih di masjid KBRI. Taou sejak pandemi Covid-19, keadaan serba terbatas. "Praktis sejak setahun kami tidak pernah bertemu, sebab terkurung di rumah masing-masing,” ujarnya.

Saat ini pun keadaan Paris belum pulih. Pembatasan secara ketat masih diberlakukan. Kedai tidak ada yang buka. Mal juga tutup, serta tempat tempat hiburan juga tutup.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved