Breaking News:

Video

Video Melihat Usaha Rumahan Budidaya Jangkrik Ala Madu di Bireuen

Abdul Majid yang seorang PNS ini mengaku usaha peternakan jangkrik awalnya untuk kebutuhan pakan burung peliharaannya, tapi ternyata menguntungkan.

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Budidaya serangga jangkrik mulai menjadi prospek bisnis rumahan di kalangan masyarakat Bireuen.  

Salah satunya Abdul Majid (45) warga Desa Geudong Alue, Kota Juang yang menempatkan kandang jangkrik secara sederhana di teras rumah.  

Kandang jangkrik berukuran 4 meter x 8 meter, berbentuk kotak yang terbuat dari triplek dengan masing-masing kotak diisi bekas wadah telur, daun reubek dan media lainnya.  

Untuk telur jangkrik ia order langsung dari Medan dan Surabaya yang dikirim melalui ekpedisi ke Bireuen.  

Abdul Majid yang juga seorang PNS ini mengaku usaha peternakan jangkrik awalnya untuk kebutuhan pakan burung peliharaannya, tapi ternyata menguntungkan.  

Dalam satu bulan, biasanya terjual sebanyak 9 sampai 10 kilogram yang ia pasarkan ke seluruh daerah di Aceh dengan harga jual berkisar Rp 50 hingga 60 ribu per kilogram.  

Namun bila pasokan jangkrik sedang menipis maka harga bisa mencapai Rp 75 ribu per kilogram.  

Narator: Ilham
Video Editor: Hari Mahardhika

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved