Breaking News:

Warga Tertipu Investasi Bodong, Rp 165 Juta Raib

Seorang warga Kota Langsa, Zulfazli (49), membuat laporan resmi ke penyidik Polres Langsa karena merasa tertipu bisnis investasi bodong

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Korban investasi bodong, Zulfazli memperlihatkan bukti tanda lapor ke Polres Langsa atas dugaan penipuan dan penggelapan yang menimpanya 

LANGSA - Seorang warga Kota Langsa, Zulfazli (49), membuat laporan resmi ke penyidik Polres Langsa karena merasa tertipu bisnis investasi bodong. Akibat berbisnis investasi bodong tersebut, ia mengaku rugi sebesar Rp 165 juta.

Bisnis investasi bodong menjual nama salah satu perusahaan saham besar di Jakarta ini, yakni TG Aceh (inisial nama perusahaan) dengan melibatkan berapa orang warga Langsa sebagai pengendali utamanya.

Zulfazli kepada Serambi, Jumat (16/4/2021) mengatakan sudah melaporkan tiga orang yang merupakan bagian dari perusahaan PT TG Aceh, yaitu berinisial YUS ( head leader), MUH (bendahara), dan ZUL (head marketing), serta NA (marketing dan administrasi).

Ia sudah melapor pada 6 April 2021 dengan Nomor: BL/21/IV/2021/Reskrim. Zulfazli mengungkapkan, 2 dari 4 orang yang ia laporkan, yakni YUS dan ZUL, sudah tidak berada lagi di tempat tinggalnya di daerah Langsa, bahkan nomor handphone juga sudah tidak aktif.

Hanya MUH dan NA yang masih bisa hubungi dan ada di Langsa, namun mereka juga tidak mau bertanggung jawab atas persoalan itu. "Karena mereka sudah tidak ada niat baik, maka mereka saya laporkan ke Polres Langsa," kata Zulfazli. Korban menceritakan awal mula ia termakan bujukan terlapor.

Sekitar bulan November 2019, Zulfazli diajak oleh NA dan ZUL serta MUH untuk bermain saham di TG Aceh, dengan keuntungan 10 kali lipat. Apabila memberikan uang Rp 35 juta sebagai saham, maka akan mendapatkan keuntungan berupa sepeda motor baru Yamaha N Max. Jika memberikan uang Rp 100 juta untuk saham akan mendapat mobil avanza.

"Ternyata sepmor yang diberikan itu kredit bukan kontan. Jika kita minta BPKB nya, selama ini mereka selalu mengelak dengan berbagai alasan," papar Zulfazli. Pada intinya, Zulfazli sudah menanam saham pada bisnis tersebut Rp 165 juta. Ia merincikan, pertama ia menyerahkan uang tunai Rp 35 juta kepada terlapor dan terakhir satu unit mobil CRV seharga Rp 135 juta, sehingga total kerugiannya Rp 165 juta.

Namun hingga memasuki tahun 2020, ia tak pernah menerima keuntungan seperti yang sudah dijanjikan. "Bahkan uang yang telah saya serahkan kepada mereka sampai sekarang tidak jelas lagi, karena 2 dari 4 terlapor sudah kabur dari Langsa," ungkap dia.

Zulfazli juga mengungkapkan bahwa bukan dirinya saja yang menjadi korban dari bisnis investasi bodong. Menurutnya, sudah banyak yang menjadi korban bisnis tersebut.

Bahkan, sambung Zulfazli, ada sekitar Rp 1 atau 2 miliar uang dari para korban yang telah diraup oleh pelaku dengan cara menawarkan investasi bodong tersebut. "Setelah saya melapor, mungkin dalam waktu dekat ini para korban lainnya juga akan melapor ke Polres Langsa," tutup Zulfazli.(zb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved