Breaking News:

PKS Aceh Tepis Wacana Poros Islam, Tidak Baik bagi Iklim Demokrasi

Wacana pembentukan Poros Islam mengemuka setelah terjadinya pertemuan antara pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

For Serambinews.com
Makhyaruddin Yusuf 

* PBB Justru Mendukung

BANDA ACEH - Wacana pembentukan Poros Islam mengemuka setelah terjadinya pertemuan antara pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Rabu (14/4/2021).

Tapi wacana itu ditepis oleh Ketua DPW PKS Aceh, Makhyaruddin Yusuf. Alih-alih mendukung wacana tersebut, Makhyaruddin justru menyebut wacana poros Islam tidak sehat bagi iklim demokrasi di Indonesia.

 "Menurut saya belum ada wacana untuk memunculkan Poros lslam. Dan ini tidak sehat bagi iklim demokrasi di Indonesia," katanya kepada Serambi, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya, kekuatan Islam tidak bisa dikotak-kotakkan. Karena kekuatan Islam bisa bekerja sama dengan kelompok dan kekuatan manapun. Islam itu rahmatan lilalamin. “Apalagi dalam konteks keacehan yang mayoritas berpenduduk muslim. Jadi tidak perlu ada Poros Islam," ungkap Makhyaruddin menanggapi isu yang berkembang.

Yang diperlukan sekarang, lanjut dia, semua pihak harus bahu membahu, baik pemerintah, partai politik, maupun ormas Islam, untuk membangun Aceh. "Jadi semua kita harus bahu-membahu membangun Aceh dengan semua parpol di Aceh dan semua ormas Islam yang ada. Kita bahu-membahu untuk melayani rakyat membangun Indonesia wabilkhusus Aceh," tutupnya.

 PBB mendukung

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Aceh, Zulmahdi Hasan mengapresiasi pembentukan koalisi Poros Islam untuk kepentingan Pilpres 2024. "Ikhtiar yang diprakarsai PPP dan PKS patut diapresiasi sebagai langkah awal yang positif agar peran politik umat Islam lebih solid dan terarah," katanya, Sabtu (17/4/2021).

Ia menyatakan bahwa PBB sendiri seperti yang disampaikan Ketua Umum, Prof Yusril Ihza Mahendra menyambut positif dan akan ikut serta disetiap pembahasan pembentukan poros ini. "Sebagai provinsi dengan pemilih dari umat Islam mayoritas, hadirnya poros ini menjadi jawaban alternatif  terhadap penguatan program keumatan dan eksistensi partai Islam di tingkat lokal," ujar Zulmahdi.

Jika secara nasional sudah ada kesepakatan, lanjutnya, maka di daerah tinggal melanjutkan komunikasi saja antar partai. "Ini formatnya juga kita belum tahu seperti apa bentuk koalisinya," demikian Zulmahdi Hasan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved