Breaking News:

Polisi Tingkatkan Patroli di Jalan Nasional, Menjelang Tengah Malam hingga Pagi Hari

Seluruh Polsek jajaran Polres Langsa meningkatkan patroli di jalan nasional sejak menjelang tengah malam hingga pagi

hand over dokumen pribadi
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro 

* Antisipasi Terjadi Kembali Pelemparan Bus

LANGSA - Seluruh Polsek jajaran Polres Langsa meningkatkan patroli di jalan nasional sejak menjelang tengah malam hingga pagi. Patroli itu dilakukan setiap hari dalam rangka menindaklanjuti perintah Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, untuk mengantisipasi terjadinya pelemparan bus angkutan umum di sepanjang jalan Medan-Banda Aceh, dalam wilayah hukum Polres tersebut.

"Sejak terjadinya kembali pelemparan bus di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, beberapa hari lalu, semua Polsek sudah kita perintahkan untuk melakukan patroli sejak menjelang tengah malam hingga pagi hari," jelas Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, kepada Serambi via telepon selulernya, Sabtu (17/4/201) tadi malam.

Selain itu, menurut Kapolres, pihaknya juga sudah meminta petugas untuk membubarkan setiap ada remaja yang berkumpul di pinggir jalan raya. “Jika ada remaja yang kumpul-kumpul di pinggir jalan nasional, petugas wajib membubarkannya. Langkah ini penting untuk mengantisipasi terulang kembali aksi pelemparan bus,” ungkap AKBP Agung.

Kepada awak angkutan penumpang umum--baik bus maupun mobil jenis lain--Kapolres mengimbau agar di atas pukul 00.00 WIB tidak berhenti lagi jika ada orang yang menyetop di jalan. Sebab, sambungnya, motif pelemparan bus di Birem Bayeun berapa hari lalu, awalnya pelaku berpura-pura menyetop sebagai penumpang dengan membawa kardus.

Ketika bus melambat, kata AKBP Agung, barulah pelaku lari sambil melepari bus tersebut dengan batu. "Semua awak angkutan umum, kita minta agar mengambil penumpang di terminal, dan di pukul 00.00 WIB jangan lagi berhenti di jalan meski ada orang yang menyetop. Tujuannya, untuk mengantisipasi terulang kembali kejadian seperti di Birem Bayeun," pesannya.

Terkait tiga pelaku pelemparan bus di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Desa Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, pada Jumat (16/4/2021) pagi lalu, Kapolres Langsa mengatakan, mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Seperti diberitakan kemarin, memasuki bulan Ramadhan 1442 Hijriah, aksi pelemparan bus di Aceh, kembali kambuh. Pada Jumat (16/4/2021) pagi menjelang sahur, bus JRG yang menjadi korban pelemparan dengan batu saat melintasi kawasan Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. Akibatnya, kaca samping pecah dan bodi bus D 7634 YA, itu lecet terkena lemparan batu. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tidak lama setelah kejadian, polisi berhasil menangkap tiga pelaku di kawasan Aramiah. Mereka adalah MK (18) dan MR (18), keduanya warga gampong tersebut, dan I (16), warga salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, melalui Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, menceritakan, pihaknya menerima laporan pelemparan terhadap Bus JRG D 7634 YA pada pukul 03.15 WIB. Laporan disampaikan oleh sopir bus tersebut bernama Welly Saputra (44), warga PRM Pesona Hijau B10 RT 45 RW 07, Margaluyu Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Mendapatkan laporan itu, sebut Kapolsek, ia bersama anggota piket langsung melacak tiga pelaku pelemparan di lokasi kejadian. Bermodalkan ciri ciri pelaku yang dilaporkan awak bus, polisi berhasil mengamankan ketiganya sekitar 15 menit setelah mereka melakukan aksinya.

Dari hasil penyelidikan awal diketahui bahwa satu dari tiga pelaku ternyata pernah melakukan aksi serupa pada tahun 2008 lalu. Saat itu, kasus tersebut diselesaikan di tingkat desa dan pelaku diharuskan mengganti kerugian awak bus. (zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved