Breaking News:

Berita Bireuen

Masjid Ridha Jeumpa Dibangun Tahun 1960, Dulunya Konstruksi Kayu, Kini Miliki Arsitektur Megah

Bagi sebagian besar masyarakat Aceh yang melintas  Bireuen dipastikan pernah singgah untuk shalat lima waktu di Masjid Ridha, Jeumpa Bireuen...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Masjid Ridha Jeumpa Bireuen, di Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Jalan Banda Aceh-Medan, Kilometer 216, Kabupaten Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bagi sebagian besar masyarakat Aceh yang melintas  Bireuen dipastikan pernah singgah untuk shalat lima waktu di Masjid Ridha, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, bangunan masjid tersebut berada di Gampong Cot Keutapang, Jeumpa, Jalan Banda Aceh-Medan, kilometer 216  .

Masjid yang berada di pinggir jalan negara dengan arsitektur bangunan megah ini memiliki halaman yang luas, tempat parkir memadai,  pada awalnya berupa masjid dengan konstruksi kayu. Menurut informasi masjid ini dibangun sekitar tahun 1960 lalu.

Imam Syik Masjid Ridha, Tgk Yusran kepada Serambinews.com, Sabtu (17/04/2021) mengatakan, Masjid Ridha Jeumpa memiliki sejarah panjang dan orang yang mengetahui sejarah dibangunnya masjid tersebut antara lain HT Burhanuddin Thaher  yang sejak lama sampai sekarang dipercayakan sebagai panitia pembangunan masjid dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Amatan Serambinews.com, masjid sangat indah dan asri dengan warna krem dan dipadu warna emas yang menarik, bangunan pintu gerbang juga sangat megah dipadu konstruksinya sangat indah. Pada sisi ruas jalan  negara juga disediakan tempat parkir untuk roda empat yang memadai. Untuk masuk ke dalam komplek masjid juga disediakan tempat parkir kendaraan roda empat yang luas dan ada pembatas.

Sedangkan sebelah utara lebih indah lagi, selain ada pohon penghijauan juga ditata sedemikian rupa. Pada sisi utara juga terdapat areal parkir dan pintu masuk untuk sepeda motor, terdapat satu balai konstruksi kayu, tempat wudhuk juga ditata sedemikian rupa termasuk tempat cuci kaki sebelum  melangkah ke dalam masjid.

Mesjid tersebut hanya satu dinding yaitu sebelah kiblat saja, sedangkan tiga sisi lainnya, tidak dipasang dinding sama sekali alias terbuka, sehingga walaupun cuaca sangat panas, namun hembusan angin menjadikan tempat ibadah tersebut tetap dingin.

Pada waktu shalat Jumat (16/04/2021), masjid penuh dengan jamaah bahkan meluber sampai ke jalan raya, sepeda motor dan roda empat diparkir rapi.

HT Burhanuddin  (67) atau sering dipanggil T Bur yang didampingi camat Jeumpa, Tarmizi ST kepada Serambinews.com mengawali pembicaraan mengatakan, seingatnya berdasarkan informasi dari sejumlah  orang tua, tanah lokasi masjid merupakan tanah wakaf almarhum Haji Ahmad, luas tanah 1.000 meter lebih.

Pada waktu itu, ada informasi sekitar tahun 1960 masjid sudah dibangun. Penggagasnya saat itu masyarakat empat desa sepakat membangun mesjid yaitu  Cot Tarom Tunong, Cot Keutapang, Blang Cot Tunong dan Seulembah membangun masjid dari kayu, masjid dari kayu bertahan hingga 1995.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved