Breaking News:

Berita Bireuen

Masjid Ridha Jeumpa Dibangun Tahun 1960, Dulunya Konstruksi Kayu, Kini Miliki Arsitektur Megah

Bagi sebagian besar masyarakat Aceh yang melintas  Bireuen dipastikan pernah singgah untuk shalat lima waktu di Masjid Ridha, Jeumpa Bireuen...

SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Masjid Ridha Jeumpa Bireuen, di Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Jalan Banda Aceh-Medan, Kilometer 216, Kabupaten Bireuen. 

Masjidnya sederhana dan menjadi tempat ibadah masyarakat dari berbagai desa termasuk dari Kota Bireuen, kemudian pada awal  tahun 1996  sepakat membangun masjid permanen yang diprakarsai almarhum HM Jamil atau lebih dikenal H Jamil Kongsi dan sejumlah tokoh lainnya.

Panitia pembangunan masjid antara lain almarhum Keuchik Ishak Sulaiman atau lebih dikenal Keuchik E dan tokoh lainnya. Satu hal yang sangat diingat kata T Bur, masjid kayu tersebut saat itu dibongkar dan kemudian dihibahkan untuk masyarakat Jim Jim, Kabupaten Pidie sebagai cikal bakal mendirikan masjid disana.

Bangunan dibongkar dibawa pulang ke Jim Jim, pondasi bangunan juga dibantu  panitia masjid Ridha waktu itu. Sedangkan imam syik pertama masjid tersebut adalah almarhum Tgk Yacob Seulembah sampai tahun 2006, kemudian digantikan Tgk Yusran, warga Desa Blang Cot Tunong, Jeumpa sampai sekarang.

H T Bur yang didampingi Camat Jeumpa, Tarmizi ST mengaku saat membangun masjid Ridha waktu itu terjadi krisis ekonomi, harga barang tidak menentu, panitia duduk terpaku karena memikirkan harga besi, harga semen dan lainnya melonjak tajam.

Almarhum HM Jamil Kongsi waktu itu bersama panitia mengeluarkan semen dan besi dari gudang langsung ke mesjid.

“Keluarkan semua besi dan semendari gudang untuk masjid, ini sedang krisis ekonomi,” ujar T Bur mengulang kembali cerita yang sangat susah karena krisis ekonomi kala itu.

Upaya membangun masjid di tengah krisis ekonomi terus dilakukan, setiap desa diminta membantu dana semampu mungkin dari zakat padi maupun sedekah warga. Masing-masing desa ditetapkan ada yang dibebankan Rp 3 juta dan ada desa yang dibebankan Rp 7 juta, tergantung potensi desanya.

Menjawab Serambinews.com,  arsitekturnya atau model dari mana sehingga Masjid Ridha sekarang semakin indah dan menarik, T Bur mengatakan, waktu itu panitia meminta dirinya dan beberapa orang lain untuk melihat masjid di Balee Seutuy, sebagai contoh dari Bale Setuy Peusangan menjadi patron bagi masjid Ridha Jeumpa sekarang.

Satu hal lain panitia pembangunan masjid dan juga masyarakat Jeumpa bercucur air mata ketika sedang membangun terjadi musibah tsunami.

Pada musibah tsunami waktu itu, dua menara yang sedang dibangun rusak dan patah, sehingga menara tidak ada lagi, sekarang yang ada empat kubah. Sejak tahun 2018 lalu, panitia pembangunan masjid sudah merancang konstruksi masjid untuk dilakukan kembali membangun dua menara dan perbaikan lainnya terutama bentuk bangunan dua menara yang rusak, namun rencana membangun belum dapat dimulai karena keterbatasan anggaran.

Halaman
123
Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved