Breaking News:

Berita Langsa

Medis di Aceh Sayangkan Penganiayaan Suster RS Seloam oleh Ortu Pasien, Minta Ditempuh Jalur Hukum

Protes terhadap arogansi salah satu orangtua pasien terhadap seorang suster di RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Berinisial JS, kembali datang dari..

Penulis: Zubir | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Presiden Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA), Ns Edy Mulyadi MKep RN (WOC) N. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Protes terhadap arogansi salah satu orangtua pasien terhadap seorang suster di RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Berinisial JS, kembali datang dari Aceh, kali ini berasal dari Kota Langsa

Presiden Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA), Ns Edy Mulyadi MKep RN (WOC) N, kepada Serambinews.com, Senin (19/4/2021) menyayangkan tindakan JS, orangtua salah satu pasien balita di RS Seloam, Palembang, yang memukul korban suster Christina Ramauli S.

Pemukulan (penganiayaan) itu terjadi saat korban bertugas di ruang perawatan di RS Seloam, dimana anak pelaku pemukulan tersebut dirawat, Kamis 15/4/2021).

"Saya sangat prihatin dan menyayangkan tindakan penganiayaan yang dilakukan orangtua pasien kepada salah seorang sejawat kami, saat sedang menjalankan tugas kemanusiaannya di RS Siloam Palembang," ujarnya.

Seharusnya, tambah Edy, hal tersebut tidak perlu terjadi seandainya pelaku mampu mengedepankan akal sehat dan  memahami tugas, kewenangan, kerja tenaga kesehatan khususnya perawat.

Karena dalam menjalankan tugasnya, jelas Edy yang juga Rektor Universitas Sains Langsa ini, perawat berpedoman pada prosedur operasional standar.

Kemudian sebagai tenaga kesehatan telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor : 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Agar persoalan penganiyaan petugas di RS Seloam ini tidak terulang dan menimpa perawat maupun tenaga medis lainnya, Edy meminta kasus penganiayaan dialami korban ini diselesaikan secara hukum yang berlaku.

"Kita meminta pihak Kepolisian agar melakukan proses hukum dengan transparan dan sesuai perundang-undangan di NKRI, supaya ada rasa keadilan terhadap korban," imbuhnya.(*)

Baca juga: Group Facebook Taluak Sapanjang Maso Bagi-bagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Baca juga: Kakanwil Kemenkumham Aceh Audiensi dengan Kapolda Aceh

Baca juga: Polres Aceh Timur Musnahkan 50 Kg Sabu-sabu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved