Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Menahan Diri Sebuah Esensi

Ibadah puasa yang kita laksanakan telah digariskan oleh Allah Swt bertujuan agar kamu bertaqwa kepada Allah Swt

For serambinews.com
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Warul Walidin Ak MA, membuka rapat kerja pimpinan di Hotel Ayani, Banda Aceh, Kamis (4/3/2019) malam. FotoFOTO/HUMAS UIN AR-RANIRY 

Rasulullah Saw bersabda: "Keselematan manusia pada memelihara lidahnya". Shahabat Uqbah bin Amir, bertanya kepada Rasulullahn Saw, "Ya Rasullah, apakah kemenangan/kesuksesan itu?" Rasulullah Saw menjawab: "Jagalah lidahmu."

Salah satu sifat manusia, yang perlu dilatihkan oleh diklat akbar Ramadhan adalah menahan diri dari sifat multy effect ini, yaitu marah. Menurut Neurosains, pakar ilmu tentang sel-sel saraf, manusia memiliki sekitar 100 miliar sel dan 900 miliar cadangan. Jadi manusia memiliki 1 triliun sel otak, termasuk 100 miliar sel saraf aktif atau neuron dan 900 miliar sel lain yang merekatkan, memelihara, dan menyelubungi sel aktif.

Setiap kali melakukan perbuatan positif, seperti belajar, memperkuat cabang sel sampai 200.000, sehingga pencerahan atau peningkatan kecerdasan. Sebaliknya setiap perbuatan negatif, seperti marah dapat mengakibatkan rusaknya sel saraf otak.

Lise Eliot, PhD, seorang pakar Biologi dan Anatomi sel di Medica School, AS, dalam bukunya ‘What is Going on In There’, menceritakan: Bahwa ada seorang ibu meneliti perkembengan otak bayinya sendiri dengan sebuah alat khusus yang dipasang di kepala sang bayi. Kemudian alat itu dihubungkan dengan kabel-kabel komputer, sehingga ia bisa melihat pertumbuhan sel saraf anaknya melalui layar monitor.

Ketika bayinya bangun, ibu tersebut memberinya ASI, saat sang ibu menyusui itulah ia melihat gambar-gambar sel saraf membentuk rangkaian yang indah. Ketika asyik menyusui, si bayi yang berusia 9 minggu itu menendang salah satu kabel komputer.

Si ibu kaget dan berkata "No". Teriakan si ibu membuat si bayi kaget saat itu. Si ibu melihat gambar sel saraf tadi menggelembung seperti balon, membesar, dan pecah. Kemudian terjadi perubahan warna yang menandakan kerusakan sel.

Puasa dapat menggembleng manusia untuk mampu memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, di samping kecerdasan spiritual yang kuat dan kecerdasan intelektual hebat dan kecerdasan emosional yang tepat. Rasulullah Saw bersabda, yang artinya "orang yang perkasa ialah orang yang orang mampu mengendalikan diri ketika marah. Dalam hadis yang lain beliau bersabda "ash-shaumu nishfus shabri", artinya puasa itu setengah sabar.

* Penulis adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Email: warul.walidin@ar-raniry.ac.id

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved