Breaking News:

Luar Negeri

Sering Dianggap Tidak Hormati Nabi Muhammad SAW, PM Pakistan Desak Dunia Barat Larang Islamofobia

Gejolak islamophobia yang terjadi di dunia barat membuat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan buka suara.

Anadolu Agency
Gejolak islamophobia yang terjadi di dunia barat membuat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan buka suara dan mendesak negara-negara bagian barat untuk menghentikan islamophobia, Sabtu (17/4/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Gejolak Islamophobia yang terjadi di dunia barat membuat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan buka suara dan mendesak negara-negara bagian barat untuk menghentikan Islamfobia, Sabtu (17/4/2021).

Selain Islamophobia yang menguat di barat, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW juga semakin gencar dilakukan, dengan berdalih kebebasan dalam berbicara.

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (18/4/2021) menanggapi keprihatian dan gejolak Islamophobia yang berkembang dan terus meningkat, Khan meminta pemerintah barat untuk melarang warganya berkomentar negatif terhadap Islam.

"Saya serukan kepada negara-negara yang di Barat untuk menghentikan Islamophobia dan menghukum para pelakunya, para pelaku menggunakan alasan kebebasan berbicara sehingga sengaja menyebarkan kebencian terhadap Muslim dan melecehkan Nabi kami (Muhammad SAW).

Mereka yang berada di Barat, termasuk para politisi ekstrim dengan sengaja melakukan pelecehan dan kebencian dengan beralasan kebebasan berbicara yang tidak memiliki moral dan mereka tidak berani meminta maaf kepada Muslim setelah luka dibuat," lanjutnya.

Baca juga: Prancis Tingkatkan Keamanan Sekitar Tempat Ibadah Muslim Selama Ramadhan, Respon dari Islamophobia

Tuntut permintaan maaf

PM Pakistan mengatakan para politisi di Barat yang terlibat dalam islamofobia yang melakukan ejekan rasis bagi umat Muslim dunia tidak memiliki perasaan dan kepekaan.

"Kami sebagai Muslim memiliki cinta dan hormat yang tinggi terhadap Nabi kami yang selalu hidup di hati kami, kami tidak dapat mentolerir sikap tidak hormat dan penghinaan seperti itu," katanya.

Pernyataan PM Pakistan ini wujud dari tanggapan terhadap tweet dari politisi anti-Islam Belanda Geert Wilders, yang telah menyelenggarakan kontes karikatur penistaan agama Islam ​​pada tahun 2018 yang memicu kritik global.

Pakistan pada Kamis melarang Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), sebuah kelompok agama yang melakukan protes di kota-kota besar Pakistan pekan lalu.

Baca juga: Dianggap Islamofobia, Kanada Nyatakan Sayap Kanan Proud Boys sebagai Organisasi Teroris

Halaman
12
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved