Breaking News:

Tindak Tegas Pelaku Pelemparan Bus

SEMENTARA itu, terkait aksi pelemparan bus yang kembali terjadi selama bulan Ramadhan ini, polisi memastikan akan mengambil tindakan tegas

Editor: hasyim
Sopir Bus PMTOH memperlihatkan kaca samping mobil tersebut yang pecah akibat dilempar orang tak dikenal (OTK) di lintas Banda Aceh-Medan, Selasa (4/2/2014). Setelah sempat marak pada 2012 dan 2013, kemudian terhenti beberapa bulan, kini pelaku pelemparan bus angkutan umum antarprovinsi beraksi lagi hingga melukai para penumpang. SERAMBI/BUDI FATRIA 

SEMENTARA itu, terkait aksi pelemparan bus yang kembali terjadi selama bulan Ramadhan ini, polisi memastikan akan mengambil tindakan tegas. Patroli malam mulai ditingkatkan, terutama di daerah-daerah yang dianggap rawan.

Kegiatan patroli itu salah satunya dilakukan oleh Polres Aceh Timur, menindaklanjuti aksi pelemparan batu yang dialami bus JRG saat melintas di kawasan Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Jumat (16/4/2021) menjelang sahur kemarin.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, mengatakan, patroli itu selain untuk mengantisipasi aksi kriminalitas berupa pelemparan bus, juga untuk penyelundupan narkoba dan barang terlarang, termasuk juga masalah kenakalan remaja.

Kapolres menyebutkan, ada beberapa daerah rawan di Aceh Timur, baik sepanjang jalan wilayah Kecamatan Peureulak, wilayah Julok, Simpang Ulim, hingga Kecamatan Madat yang berbatasan dengan Aceh Utara. “Daerah rawan terjadinya aksi kriminalitas dan pelemparan bus yaitu titik-titik yang minim penerangan lampu jalan, baik itu wilayah timur dan barat Aceh Timur,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat mengevaluasi penerangan lampu jalan di daerah-daerah yang rawan. Dia juga memastikan akan menindak tegas pelaku tindak pidana kriminalitas, termasuk di dalamnya pelaku pelemparan bus.

Terpisah, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani menegaskan, Polda Aceh telah memerintah jajarannya untuk mengawasi lalu lintas di sepanjang jalan dalam wilayah hukum Aceh agar aman dan kondusif. Dicky menuturkan, aksi pelemparan bus seperti terjadi baru-baru ini merupakan perbuatan yang melawan hukum.

Untuk itu, Polda Aceh memerintahkan semua jajarannya untuk tidak segan-segan menghukum para pelaku. "Kita pastikan, kalau pelakunya tertangkap ini akan kita lakukan penegakan hukum, karena perbuatan yang dilakukan ini adalah perbuatan melanggar hukum. Melempar itu kan perbuatan yang disengaja, bukan faktor kelalaian tapi kesengajaan, jadi pasti akan dihukum," tegasnya.

Dicky bahkan menyebutkan, pelaku anak-anak sekalipun akan tetap dilakukan penegakan hukum jika terbukti bersalah dan sengaja melempari bus. "Anak-anak sekalipun akan tetap dihukum, dengan Undang-undang Perlindungan Anak tetap bisa dihukum (pembinaan), itu ada mekanismenya," kata Dicky.

Dicky menyebutkan, aksi pelemparan bus yang dilakukan selama ini adalah perbuatan yang cukup membahayakan nyawa puluhan penumpang di dalam bus. Perbuatan itu bisa menyebabkan pecah kaca lalu mengenai penumpang bahkan bisa berujung pada kondisi yang cukup fatal, kecelakaan bus. "Bayangkan kalau busnya kecelakaan karena pelemparan, berapa orang di dalam dan penyebab kecelakaannya cukup sepele," katanya.

Untuk itu, Polda Aceh mengimbau masyarakat di lintas Jalan Nasional, terutama kawasan timur Aceh yang selama ini kerap terjadi aksi pelemparan bus agar benar-benar menjaga kondisi yang aman dan kondusif. Jika melihat ada warga yang melakukan pelemparan, supaya bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Kita juga mengimbau masyarakat terutama orang tua agar menasihati anak-anaknya, karena jangan sampai tertangkap lalu nanti dipidanakan. Tim kita, baik dari Polsek, Polres, dan Bhabinkamtibmas juga akan melakukan patroli," pungkas Kombes Dicky.(c49/dan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved