Breaking News:

Video

VIDEO - Hagia Sophia, Keajaiban Dunia ke Delapan Direstorasi dengan Teknik Canggih

Hagia Sophia diperbaiki dengan metodologi, ketelitian, kesabaran, tenaga dan keahlian yang dapat dicontohkan dalam sejarah restorasi dunia.

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Hagia Sophia, tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Istanbul, sedang dipulihkan dengan menggunakan teknik paling canggih yang akan menjadi contoh bagi dunia, kata Direktur Budaya dan Pariwisata provinsi Istanbul pada Minggu (18/4/2021).

Hagia Sophia adalah keajaiban dunia ke delapan, dirancang sebagai basilika Kristen pada abad ke-6 oleh Anthemios dari Tralles dan Isidoros dari Miletus.

Berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun dan 86 tahun sebagai museum, tetapi sebagian besar keberadaannya - 1453 hingga 1934, hampir 500 tahun sebagai masjid dan statusnya dilanjutkan tahun 2020.

Pada tahun 1985, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Selain menjadi masjid, Hagia Sophia juga merupakan salah satu tujuan wisata utama Turki dan tetap terbuka untuk pengunjung domestik dan asing.

Oleh karena itu, masjid yang memiliki nilai sejarah, budaya dan wisata ini telah berkali-kali direstorasi sepanjang sejarah.

Menarik perhatian pada kesulitan yang dialami oleh masjid bersejarah selama bertahun-tahun, Dr. Coskun Yilmaz, Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi, mengatakan Hagia Sophia pernah dibakar pada Pemberontakan Nika, dijarah dalam invasi Latin dan rusak dalam beberapa gempa bumi besar.

“Perlu perhitungan dan menggunakan tiga atau lima metode berbeda untuk memperbaiki bahkan sepotong kelereng atau untuk menyatukan bagian-bagiannya. Ini mungkin tampak aneh bagi Anda, tetapi bahkan sepotong kecil kelereng sekecil kepala peniti, terdeteksi. Foto-foto dari marmer itu diambil. Perhitungan dan gambarnya dilakukan dengan cermat dan kemudian dipasang kembali. Dan terkadang sebulan atau satu setengah bulan menunggu sampai kering atau menempel. Pekerjaan yang sangat teliti dalam proses,” katanya.

Hagia Sophia diperbaiki dengan metodologi, ketelitian, kesabaran, tenaga dan keahlian yang dapat dicontohkan dalam sejarah restorasi dunia.

Yilmaz juga menyatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memantau restorasi di Hagia Sophia ketika menjadi museum dan selama proses mengubahnya kembali menjadi masjid.

Pada 19 Juli 2020, pengadilan Turki membatalkan keputusan Kabinet tahun 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan sebagai masjid.

Harta karun arsitektur terbuka untuk turis lokal dan asing secara gratis.(Anadolu Agency)

Penulis: yuhendra saputra
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved