Breaking News:

Berita Pidie

Cerita Keuchik Saat Angin Kencang, Warga Kaget Lihat Atap Rumah Hingga Berlarian Keluar

Kejadian itu saat hujan lebat yang mengguyur Pidie, sehingga warga harus lari keluar rumah untuk berlindung di rumah tetangga.

Foto kiriman warga
Atap rumah warga copot akibat terbawa angin di Gampong Seuriweuk, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (19/4/2021) sekitar pukul 16.05 WIB. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI -  Warga Gampong Seuriweuk, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (19/4/2021) sekitar pukul 16.05 WIB, kaget lihat atap rumah terbang disapu Angin Kencang

Kejadian itu saat hujan lebat yang mengguyur Pidie, sehingga warga harus lari keluar rumah untuk berlindung di rumah tetangga. 

Tercatat sembilan rumah rusak atap akibat disapu Angin Kencang, yang dominan rumah warga miskin. 

" Awalnya hujan lebat turun, sehingga semua warga berlindung di rumah sendiri. Namun, saat hujan turun semakin lebat, tiba-tiba angin kencang menyambar atap sembilan rumah warga," jelas Keuchik Gampong Seuriweuk, Mahdi Budiman, kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, warga kaget saat melihat atap rumah telah hilang disapu angin. 

Warga ketakutan dan cepat-cepat keluar untuk berlindung ke rumah tetangga. 

Baca juga: Orang Meninggal dalam Bulan Puasa Langsung Masuk Surga? Simak Penjelasan Ustadz Mursalin

Baca juga: Satlantas Polres Aceh Utara Gelar Safari Ramadhan, Sosialisasi Larangan Mudik

Baca juga: Pria Albania Serang dengan Pisau Jamaah Masjid Tirana, Lima Orang Terluka

Baca juga: Wanita Hamil dan Ibunya Mengaku Dikasari Oknum Polisi Polsek Percut Sei Tuan, Kapolsek Menyangkal

Warga pun tidak bisa berteduh lagi di rumah, mengingat atap rumah telah diterbangkan angin. "Peristiwa itu tidak menelan korban jiwa," sebut Keuchik Mahdi. 

Ia mengatakan, peristiwa itu menyebabkan sembilan rumah rusak atap. 

Rinciannya, empat unit mengalami rusak berat. Yakni, rumah milik M Yacob (62) dihuni 7 jiwa. Lalu, milik Jariah Hasan (74) dihuni 5 jiwa, rumah Nurma M Hasan (46) dihuni 2 jiwa dan rumah Tarmizi (43) dihuni 6 jiwa.

Sementara lima rumah lainnya mengalami rusak ringan. Adalah rumah milik Ibnu Umar (53), Hauyah (73), Aisyah (56), Eka Rusna (34) dan Asiah (68). 

Baca juga: Rusia Siap Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran 2015, Uni Eropa Masih Dukung Teheran

Baca juga: Mayat Wanita Berdaster Ditemukan di Asahan, Korban Tewas Terlilit Tali di Pinggir Jalan

Baca juga: Remaja Pelaku Pencabulan yang Ditangkap Polres Aceh Jaya Ternyata Warga Aceh Barat

"Warga yang rumah rusak berat, untuk sementara tinggal di rumah saudara. Sementara warga yang rumah mengalami rusak ringan tetap bertahan di rumahnya," jelasnya.

Kata Mahdi, sembilan rumah yang rusak tersebut sebagian rumah panggung berkontruksi kayu beratap rumbia. 

Juga rumah permanen dan semi permanen beratap seng. Dirinya telah melaporkan rumah rusak kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Pidie

Bahkan, sebut Mahdi, petugas BPBD Pidie telah mendata dan Dinsos telah menyerahkan bantuan masa panik.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved