Breaking News:

Opini

Investasi dan Solusi Kemiskinan Aceh

Pemerintah Aceh dituntut aktif, kreatif, dan efektif dalam mengambil kebijakan untuk memajukan daerah, terutama terkait bidang ekonomi dan investasi

Investasi dan Solusi Kemiskinan Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Almuniza Kamal, SSTP, M.Si,  Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)

Oleh Almuniza Kamal, SSTP, M.Si,  Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)

Buya Krueng Teudong-dong, Buya Tamoeng Meuraseuki. Itu adalah salah satu bunyi nazam/nasihat atau hadih maja/nariet maja. Hadih maja merupakan perkataan atau semacam peribahasa dalam bahasa Aceh yang mengandung nilai filosofis tinggi bagi kehidupan, dan biasanya digunakan sebagai nasihat, peringatan, maupun sindiran halus terhadap suatu persoalan.

Hadih Maja di atas secara filosofis lebih kurang bermakna orang-orang yang berada di Aceh atau di suatu daerah berada dalam kekurangan, hanya dapat menyaksikan keberhasilan yang diperoleh oleh orang luar yang datang ke daerah mereka.

Sindiran halus bernada miris tersebut banyak ditujukan sebagai kritik sosial terhadap pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Aceh dituntut aktif, kreatif, dan efektif dalam mengambil kebijakan untuk memajukan daerah, terutama terkait bidang ekonomi dan investasi.

Demi menunjang perkembangan ekonomi, pemerintah perlu berupaya untuk menarik lebih banyak minat investor asing untuk menanam modal di Indonesia atau daerah, yang kemudian menjadi salah satu modal utama dalam menggerakkan potensi-potensi sumber daya yang dimiliki daerah.

Hal itu seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh yang terus berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah investor di dalam dan luar negeri. Misalnya, baru-baru ini Pemerintah Aceh melakukan kesepakatan kerja sama dengan Murban Energy Limited, perusahaan swasta asal Uni Emirat Arab (UEA), terkait pengembangan dan investasi pariwisata di Aceh.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Direktur Eksekutif Murban Energy Limited, Amine Abid, melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam acara Business Forum Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021, di Jakarta, pada Jumat, 5 Maret 2021. Acara

itu turut disaksikan oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui. Kerja sama bidang investasi pariwisata itu akan dilakukan di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Penjajakan ke lokasi sudah dilakukan investor asal UEA sejak awal 2020 lalu, setelah ada arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, kepada Nova Iriansyah yang saat itu masih menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, agar `menjemput bola' ke Abu Dhabi untuk mempermudah seluruh proses investasi masuk ke Tanah Air. Total investasi dari UEA yang ditargetkan saat itu sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun.

Hal itu diketahui setelah Uni Emirat Arab menyepakati rencana investasi US$ 22,89 miliar atau setara Rp 314,9 triliun (kurs Rp 14.000) dengan Indonesia. Kesepakatan dicapai setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke negara tersebut.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved