Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Kedapatan Makan di Warung saat Siang, Empat Pegawai BUMN Mengaku Sakit Lambung Akut dan Lupa Sahur

“Melihat kondisinya memang yang satu itu sakit, dia bilang asam lambung akut. Kalau yang lainnya karena tidak terbangun ketika sahur,” ujarnya.

Dok.WH
Petugas WH Aceh Tamiang mengapit Pur, pedagang nasi yang kedapatan melayani pembeli di siang hari, Selasa (20/4/2021). 

“Melihat kondisinya memang yang satu itu sakit, dia bilang asam lambung akut. Kalau yang lainnya karena tidak terbangun ketika sahur,” ujarnya.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIPANG – Empat pegawai BUMN di Aceh Tamiang yang terjaring razia Satpol PP dan WH mengaku, sakit dan lupa sahur.

Alasan ini disampaikan WPK (26) warga Kampung Dalam, Karangbaru, Aceh Tamiang, IP (33), HP (31) serta AYP (35), ketiganya merupakan warga Langsa saat menjalani pemeriksaan di kantor Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, Selasa (20/4/2021).

Diketahui, keempatnya diamankan saat makan siang di warung nasi yang dikelola Pur (38) di Kota Kualasimpang, Selasa (20/4/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

“Dalam operasi ini kami mengamankan lima orang, seorang di antarnya merupakan penjual dan selebihnya pembeli,” kata Kasatpol PP dan WH Aceh Tamiang Asma’i melalui Kabid WH, Syahrir Pua Lapu, Selasa (20/4/2021).

Syahrir menjelaskan, dari pemeriksaan itu seorang pelaku mengaku sengaja tidak berpuasa karena menderita sakit asam lambung akut, sedangkan tiga lainnya karena lupa sahur.

“Melihat kondisinya memang yang satu itu sakit, dia bilang asam lambung akut. Kalau yang lainnya karena tidak terbangun ketika sahur,” ujarnya.

Baca juga: Info Terbaru CPNS & PPPK 2021, Ini Formasi Non Guru yang Dibuka

Syahrir menambahkan, keempat pelaku hingga kini masih terus dimintai keterangan.

Dalam kasus ini, pihaknya turut mengamankan nasi putih beserta lauk ikan yang disantap pelaku di warung.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat, tentang aktivitas sebuah warung makan yang selalu melayani pembeli pada siang hari.

Ironisnya, pemilik warung tersebut dilaporkan tidak sungkan melayani pembeli makan di tempat.

“Memang warungnya agak tertutup karena berada di lorong kantor bank, tapi tetap saja melanggar keputusan bersama Forkopimda Aceh Tamiang tentang ketertiban ibadah puasa,” jelasnya.

Syahrir menjelaskan, salah satu seruan bersama Forkopimda tentang ketertiban beribadah puasa ini mengenai aktivitas pedagang makanan yang dibolehkan beroperasi usai shalat ashar.

“Diingatkan lagi, agar pedagang mematuhi dan sama-sama menjaga ketertiban bulan puasa. Bukan dilarang berjualan, tetap dibolehkan dengan ketentuan waktu sudah sudah diatur,” tegasnya. (*) 

Baca juga: Empat Pelaku yang Kedapatan Makan di Warung Nasi saat Siang Ramadan Ternyata Pegawai BUMN

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved