Breaking News:

Berita Aceh Besar

Operasi Keselamatan Seulawah 2021 Utamakan Sosialisasi dengan Cara Memperingatkan dan Menegur

Operasi Keselamatan Seulawah 2021 yang dilaksanakan Satlantas Polres Aceh Besar dilakukan dengan mengedepankan sosialisasi dengan cara peringatan...

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kasat Lantas Polres Aceh Besar, AKP Mulyana SIK. 

Laporan Jalimin | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Operasi Keselamatan Seulawah 2021 yang dilaksanakan Satlantas Polres Aceh Besar dilakukan dengan mengedepankan sosialisasi dengan cara peringatan atau menegur sehingga masyarakat lebih patuh dan tertib dalam berlalu lintas di jalan raya.

"Kami mengedepankan peringatan dan menegur pengendara yang melanggar, namun tetap dilakukan penindakan berupa bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran berat," ujar Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Mulyana SIK.

Disebutkan, Operasi Keselamatan Seulawah tahun 2021 yang berlangsung selama 14 hari dari 12 hingga 25 April 2021 dilaksanakan jajaran Polisi Lalulintas seluruh Indonesia termasuk di Aceh.

"Untuk wilayah hukum Polres Aceh Besar operasi yang sudah berjalan beberapa hari akan terus dilaksanakan hingga berakhirnya Operasi Keselamatan Seulawah 2021,"tuturnya, Rabu (21/4/2921).

Mulyana mengimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalulintas dan mematuhi aturan yang berlaku seperti mengunakan helm untuk pengendara sepeda motor dan mengunakan sabuk pengaman (safety belt) untuk kenderaan bermotor roda empat serta membawa semua surat-surat kenderaan bermotor.

"Adapun pelanggaran yang menonjol selama digelarnya Operasi Keselamatan Seulawah 2021 diantaranya adalah tidak mengunakan helm pengaman dan mengangkut muatan yang berlebihan (over kapasitas) sehingga harus dilakukan penindakan berupa tilang," sebut AKP Mulyana.

Ia mengakui, Operasi Keselamatan Seulawah 2021 setiap hari dilakukan di satu titik dan secara berpindah-pindah lokasi dalam wilayah hukum Polres Aceh Besar. Bisa jadi hari ini di Sibreh, besok di Indrapuri atau Saree," ungkapnya menerangkan.

Mulyana juga mengatakan bahwa untuk wilayah Aceh Besar terutama di lintas timur pada waktu-waktu tertentu sangat padat arus lalu lintas apalagi pada jam-jam kantor dan jam sekolah sehingga kadang-kadang harus stand by petugas Polantas di lokasi.

Menyinggung tentang larangan mudik lebaran oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 pihakntya mendukung sepenuhnya dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dengan cara imbauan-imbauan larangan mudik tersebut

“Untuik itu kepada masyarakat Aceh Besar agar kalau tidak ada keperluan mendesak tidak keluar dari Provinsi Aceh seperti ke Medan Sumatera Utama, namun kalau perjalanan hanya antara Kabupaten/Kota dalam provinsi Aceh silahkan saja," tuturnya.

Mulyana juga mengimbau kepada para penguna jalan raya apabila jumpa dengan petugas agar tidak perlu kabur atau lari karena petugas hanya melakukan pemeriksaan surat-surat kenderaan yang tujuan untuk menurunkan laka lantas yang dari tahun ke tahun terjadi peningkatan.(*)

Baca juga: Inspeksi ke LP Banda Aceh, Irjen Kemenkumham RI Motivasi Petugas dengan Cinta dan Jangan Ada Pungli

Baca juga: Empat Pria yang Sekap Lima Bocah dalam Mobil, Ternyata Mobil yang Digunakan Milik Rental

Baca juga: Ingatkan RSUD Aceh Tamiang untuk Profesional, Haji Uma: Jika Terulang akan Saya Teruskan ke Menteri

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved