Breaking News:

PPKM Mikro Dorong Optimisme dan Daya Beli Masyarakat Meningkat

Pertumbuhan be lanja nasional pada 2021 mengalami perbaikan yang signifi kan. Pemerintah dinilai sukses dalam menerapkan kebijakan PPKM Mikro

For Serambinews.com

JAKARTA – Pertumbuhan be lanja nasional pada 2021 mengalami perbaikan yang signifi kan. Pemerintah dinilai sukses dalam menerapkan kebijakan PPKM Mikro di sejumlah provinsi. Kebijakan tersebut terbukti dapat menahan laju penyebaran Covid-19. Kondisi itu membuat kepercayaan diri masyarakat mulai tumbuh dan harapan ekonomi membaik semakin terbuka. Perekonomian RI lebih digerakkan oleh belanja pemerintah lewat APBN.

Misalnya lewat pemberian stimulus ekonomi dan berbagai kebijakan relaksasi pajak dan bunga bank. Kini berdasarkan Big Data Bank, Angka Belanja Nasional atau penjumlahan belanja seluruh Nasabah Bank via beberapa channel pembayaran menunjukkan perbaikan signifi kan. Pada bulan April saja terdapat pertumbuhan Belanja Nasional yang meningkat cukup tajam.

“Pertumbuhan Belanja Nasional (YoY) pada April 2021 mengalami kenaikan yang sangat tajam, yaitu tumbuh 32,48% (YoY) untuk yang Non-Seasonally Adjusted dan 13,11% (YoY) untuk yang Seasonally Adjusted,” kata Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Selasa (20/4). Pertumbuhan Sektor manufaktur Indonesia juga mengalami peningkatan seiring de ngan pemulihan ekonomi pada kuartal I-2021. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang berada di level 53,2.

Angka ini meningkat 2,3 poin dari bulan sebelumnya yang sebesar 50,9. Salah satun penyebab kenaikan karena stimulus dari pemerintah, sehingga sektor manufaktur cepat ekspansif. Salah satunya memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021. Misalnya untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc. Kebijakan tersebut juga diperluas hingga kendaraan berkapasitas 2.500 cc mulai 1 April lalu.

Pada April hingga Mei 2021, ketegasan pemerintah yang memastikan para pengusaha untuk membayar THR bagi karyawan dan buruh diyakini makin menguatkan daya beli masyarakat. Pemerintah juga memastikan THR bagi ASN, TNI dan Polri akan diberikan H-10 atau paling ama H-7 Lebaran. Kebijakan akan semakin menguatkan daya beli masyarakat. Kebijakan ini juga dibarengi dengan Program Harbolnas (hari belanja online nasional) pada minggu ketiga akhir Ramadhan dengan bebas ongkos kirim.

Kegiatan juga meningkatkan belanja masyarakat terhadap barang produksi dalam negeri khususnya dari UMKM. Pasalnya UMKM menjadi penye dia barang mayoritas di berbagai platform e-commerce nasional. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program bansos.(*)

Editor: bakri
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved