Breaking News:

Salam

Soal Vaksin, Banda Aceh Perlu Dicontoh!

KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Hanif mengatakan, Kota Banda Aceh menempati posisi teratas dalam pencapaian vaksinasi

Editor: bakri
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif 

KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Hanif mengatakan, Kota Banda Aceh menempati posisi teratas dalam pencapaian vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Menurutnya, sebanyak 774 lansia sudah mengikuti vaksinasi tahap pertama, sedangkan tahap kedua diikuti 371 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh mengungkapkan, teratasnya pencapaian Banda Aceh dalam vaksinasi lansia, antara lain karena daerah ini lebih dulu diprogramkan pelaksanaan kegiatan vaksinnya. Pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok lansia dimulai April 2021 ini.

"Vaksinasi bagi kelompok lansia dilakukan setelah layanan vaksinasi untuk kelompok pelayan publik, seperti kepada TNI/ Polri dan lainnya hampir terpenuhi targetnya," sebuta dr Hanif sebagaimana disiarkan harian ini, Rabu (21/04/2021) kemarin.

Sedangkan Aceh Besar, katanya, dari jumlah lansianya yang perlu divaksin sebanyak 33.363 orang, capaiannya pada tahap I baru mencapai 103 orang, atau 0,3 persen. Begitu juga daerah lain, seperti Pidie, dari 44.424 lansia yang perlu divaksin, sudah vaksinasi tahap I baru 91 orang, atau 0,2 persen.

Sementara melihat dari hasil pendataan vaksin Tim Satgas Covid di daerah, ungkap Hanif, persentase lansia yang sudah divaksin di daerah, pada umumnya masih di bawah 1 persen, dari target yang ingin dicapai, kecuali hanya Kota Banda Aceh telah mencapai 4,8 persen. Total lansia di Aceh yang perlu divaksin, sebutnya, mencapai 424.581 orang, dan yang sudah divaksin tahap I baru ada 2.072 orang, atau baru sebesar 0,5 persen. Begitu juga tahap II baru ada 480 orang atau sebesar 0,1 persen.

Untuk memaksimalkan vaksinasi terjadap lansia, Hanif mengimbau kepada para tenaga medis, pelayan publik yang di rumahnya memiliki orang tua yang sudah lanjut usia agar membawanya ke rumah sakit dan puskesmas untuk divaksin. "Untuk meningkatkan antibodi, tidak ada salahnya para lanjut usia diberi vaksin Covid-19. Sehingga daya tahan tubuhnya terhadap penularan virus Corona semakin kuat, karena sudah divaksin," ujar Hanif.

Sementara untuk petugas publik, ungkap Hanif, yang paling banyak sudah menjalani vaksinasi juga Kota Banda Aceh yaitu mencapai 67 persen, atau 17.817 orang dari jumlah perserta 26.390 orang. Selain Banda Aceh, persentase jumlah vaksin petugas publik sudah banyak adalah Kota Sabang, mencapai 36 persen, atau 1.181 orang dari 3.232 peserta.

Daerah lainnya masih rendah, termasuk Aceh Besar baru sebesar 8 persen, atau sebanyak 2.991 orang dari 38.781 peserta. Sedangkan dari tiga kelompok sasaran vaksinasi Covid-19, ungkap Hanif, kelompok tenaga kesehatan yang parsentasenya tinggi mencapai 85,3 persen.

Target 56.470 orang, sudah vaksin tahap I 48.179 orang (85,3 persen), tahap II sudah 42.122 orang (74,6 persen). Petugas publik baru sebesar 11,9 persen, dari target 478.489 orang. Tahap I sebanyak 57.174 orang, dan tahap II 32.141 orang (6,7 persen). Untuk kelompok lansia targetnya 435.651 orang, baru vaksin tahap I sebanyak 2.057 orang atau sebesar 0,5 persen. Vaksin tahap II sebanyak 480 orang atau sebesar 0,1 persen.

Dari sejumlah data yang disampaikan Dinas Kesehatan Aceh tersebut terlihat bahwa partisipasi masyarakat, khususnya lansia belum menggembirakan di banyak daerah di Aceh. Tampaknya masih banyak masyarakat yang tidak tahu atau belum memahami betapa pentingnya dilakukan vaksin untuk membuat kekebalan tubuh guna melawan virus Corona.

Untuk itu, kita berharap masyarakat lainnya di Aceh bisa meniru atau mencontoh Kota Banda Aceh dimana masyarakatnya lebih patuh terhadap imbauan pemerintah untuk melakukan vaksin tersebut. Sebab, apapun alasannya melakukan vaksin adalah jauh lebih baik, karena jiwa kita bisa lebih tenteram setelah mendapat suntikan vaksin antibodi tersebut. Nah?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved