Breaking News:

Unggah Foto Tak Senonoh dengan Pacar Sejenis, Polwan Gadungan Ditangkap Polisi

Penangkapan polwan gadungan berinisial KL (21), warga Lembean, Minahasa, itu terjadi pada Rabu, (21/2/2021), sekitar pukul 01.00 Wita.

Editor: Amirullah
Istimewa
Polwan gadungan penyuka sesama jenis pamer foto mesra di Facebook. 

Sebelumnya telah ramai diberitakan soal viralnya unggahan di media sosial Facebook dengan nama akun Prapaga Cornelis (Alen).

Baca juga: Balita 3 Tahun Dinyatakan Positif Narkoba, Bertingkah Aneh dan Ayah Tiri jadi Tersangka

Baca juga: KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Sesaat Sesudah Minta Izin Menyelam, Diduga Mengalami Black Out

"Dalam akun tersebut, terdapat beberapa unggahan foto dan video pelaku yang berseragam layaknya anggota Polri, beradegan tak senonoh dengan pasangan sesama jenisnya," kata Jules.

Seorang wanita menyamar sebagai polwan dan memamerkan adegan yang tak patut dengan pasangan sesama jenisnya.
Seorang wanita menyamar sebagai polwan dan memamerkan adegan yang tak patut dengan pasangan sesama jenisnya. (facebook)

Oknum Jenderal Polisi Terlibat Kasus LGBT, Mabes Polri: Sanksi Kode Etik Sudah Menunggu

Sementara itu, kira-kira setahun yang lalu, seorang perwira tinggi polisi, Brigadir Jenderal (Brigjen) E sempat ditahan Propam Polri beberapa waktu lalu karena kasus LGBT.

Kasus tersebut tak membuat Polri tinggal diam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengatakan, pihaknya masih menunggu dari Propam Polri soal perkembangan kasus itu dan laporan-laporan lain yang ada.

"Namun perlu diketahui rekan-rekan semuanya bahwasanya dalam kasus LGBT sudah ada Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri," kata Awi di Mabes Polri, Jumat (16/10/2020).

Katanya, di sana telah diatur di Pasal 11 huruf C Perkap tersebut.

Baca juga: Kasus Hilang Kontak KRI Nanggala-402 Dapat Sorotan Media Asing, Ada 53 Orang di Dalamnya

Baca juga: Polwan Gadungan Posting Adegan Tak Senonoh dengan Pacar Lesbi, Ngaku untuk Bahagiakan Orangtua

"Setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan dan norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum. Jadi kalau terjadi hal tersebut, tentunya Polri tidak ada masalah untuk menindak secara tegas karena memang sudah ada aturan hukumnya. Bagi yang melangggar tentunya sanksi kode etik sudah menunggu," tambahnya.

Mengenai berapa banyak personel Polri yang sudah dikenai sanksi atas hal ini dan perkembangan kasus LGBT lainnya, Awi mengaku akan menanyakan lagi kepada Propam Polri untuk data tepatnya.

"Nanti kami tanyakan perkembangannya di Propam ya," kata Awi.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved