Breaking News:

Opini

Cegah Hipertensi dengan Shalat Tahajud

Melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam merupakan kewajiban seorang Muslim yang wajib dilaksanakan

Cegah Hipertensi dengan Shalat Tahajud
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Oleh Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam merupakan kewajiban seorang Muslim yang wajib dilaksanakan. Namun tahukah Anda bahwa shalat yang dilakukan setiap hari sangat bermanfaat untuk kesehatan dan bahkan dapat mencegah atau mengontrol berbagai penyakit?

Para ahli berpendapat bahwa gerakan shalat yang kita lakukan sama seperti melakukan olahraga atau juga disebut dengan aktivitas fisik. Olahraga telah terbukti secara klinis dapat meningkatkan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis termasuk di antaranya diabetes (kencing manis), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol darah tinggi), obesitas (kegemukan), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan lain-lain.

Para ilmuan di bidang kedokteran olahraga berpendapat bahwa olahraga intensitas ringan-sedang adalah bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan sehingga dapat mencegah dan mengontrol berbagai penyakit termasuk hipertensi. Pertanyaannya adalah mengapa hipertensi perlu dicegah? Jawabannya sederhana, karena hipertensi adalah penyakit "life time risk" yaitu jika seseorang mengidap hipertensi maka akan hidup dengan hipertensi seumur hidupnya.

Selain itu hipertensi juga bersifat "silent killer" dimana hipertensi sering timbul tanpa gejala dan diam-diam mengakibatkan komplikasi berupa serangan jantung, stroke, dan bahkan berdampak terhadap kematian. Oleh sebab itu preventif (pencegahan) merupakan perioritas agar manusia dapat hidup sehat-bugar sepanjang hayat. Salah satu cara yang telah terbukti efektif untuk preventif hipertensi adalah olahraga atau aktivitas fisik termasuk

di dalamnya shalat.

Gerakan-gerakan dan postur yang ada pada shalat seperti: berdiri, rukuk, sujud, dan duduk adalah sama dengan gerakan olahraga karena gerakan-gerakan tersebut melibatkan aktivitas fisik tubuh. Aktivitas fisik pada setiap gerakan shalat dan perubahan posisi tersebut melibatkan pergerakan berbagai bagian tubuh manusia sedemikian rupa sehingga menyebabkan otot berkontraksi secara isometrik (panjang otot akan sama) dan beberapa berkontraksi secaraisotonik (ketegangan otot yang sama).

Hasil penelitian membuktikan gerakan shalat dapat meningkatkan komponen kebugaran, di antaranya: fleksibilitas (kelenturan) sendi dan kekuatan otot. Karena itu shalat telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kebugaran fisik sehingga seseorang akan resisten terhadap penyakit. Menarik bahwa, ternyata melakukan shalat dengan gerakan yang benar sesuai aturan gerakan shalat menurut syariat Islam adalah sama dengan melaksanakan aktivitas fisik intensitas ringan-sedang. Bahkan peneliti dari Al Ain Hospital,UAE (Ghazal Kamran) menyebutkan bahwa gerakan shalat identik dengan olahraga intensitas sedang.

Hasil penelitian Disertasi saya tahun 2009 menunjukkan bahwa olahraga intensitas sedang (senam) yang dilakukan secara teratur, durasi 20-60 menit, 3-5 kali perminggu telah teruji menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat ringan hingga sedang. Di sisi lain, peneliti dari University of Malaya (Hazem Doufesh, dkk) menemukan bahwa shalat terbukti dapat mengontrol dan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan melaksanakan shalat teratur maka dapat mencegah dan mengontrol hipertensi.

Para ahli juga sependapat bahwa olahraga yang tepat untuk pencegahan dan kontrol hipertensi adalah olahraga aerobik intensitas ringan-sedang, durasi 20-60 menit, frekwensi 2-5 kali perminggu dan dilakukan secara teratur.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved