Breaking News:

Opini

Cegah Hipertensi dengan Shalat Tahajud

Melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam merupakan kewajiban seorang Muslim yang wajib dilaksanakan

Cegah Hipertensi dengan Shalat Tahajud
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Dengan demikian penting untuk mengetahui bagaimana cara mengkonversi jumlah rakaat dengan durasi olahraga agar shalat yang dilakukan bermanfaat untuk preventif hipertensi. Suatu hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan 2 rakaat shalat sekitar 3-6 menit, namun hal ini sangat tergantung pada individu karena durasi shalat dipengaruhi oleh panjang pendeknya ayat yang dibaca dan juga cepat atau lambatnya gerakan yang dilakukan.

Untuk mendapatkan durasi minimal 20 menit, maka jumlah rakaat shalat tahajud yang dilakukan minimal 11 rakaat atau sekitar 22 menit, jika rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk 2 rakaat shalat adalah 4 menit. Di samping itu, setiap satu rakaat dalam shalat terdiri dari perubahan postur tubuh sebanyak 7-9 dan setiap perubahan postur ini akan sangat membantu untuk meningkatkan fleksibilitas sendi dan melatih kekuatan otot.

Dengan demikian shalat tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa karena pada saat terjadinya pergerakan dan perubahan posisi, otot akan melakukan kontraksi yang diikuti oleh relaksasi. Namun, antara kontraksi dan relaksasi otot tidak terjadi secara bersamaan dan membutuhkan jeda waktu untuk dapat terjadi proses kontraksi dan relaksasi secara ritmik dan fisiologis.

Kenapa tahajud dapat mencegah dan mengontrol hipertensi? Perkembangan ilmu di bidang kedokteran dan kesehatan telah menemukan mekanisme bagaimana shalat dapat mencegah dan mengontrol hipertensi. Shalat dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan

otonom, melalui peningkatan aktivitas saraf parasimpatis dan penurunan aktivitas simpatis sehingga menyebabkan meningkatnya relaksasi pembuluh darah yang dapat menormalkan tekanan darah.

Di samping itu, gerakan shalat yang teratur dan benar mengakibatkan tubuh merangsang produksi zat kimia yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, yaitu Nitrit Oksida (NO). Louis Ignaro, seorang ilmuan asal Amerika menemukan NO sebagai suatu zat yang disekresikan oleh sel endotel pembuluh darah yang berfungsi sebagai vasodilator (zat yang dapat melebarkan pembuluh darah) sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Meningkatnya sekresi NO akibat gerakan shalat menyebabkan pembuluh darah melebar dan aliran darah lancar sehingga tekanan darah normal. Jawabannya mengapa tahajud berperan sebagai preventif hipertensi adalah karena NO hanya akan diproduksi maksimal pada saat tubuh kita aktif bergerak (melakukan gerakan fisik/berolahraga) dan puncak sekresinya adalah dini hari.

Sekresi NO dipengaruhi oleh sirkadian (jam biologis tubuh) dan puncak sekresinya pada pukul 03.32 dini hari dan bertahan sampai pukul 06.48 pagi. Oleh karena itu, saya menduga bahwa shalat tahajud yang dilakukan di atas pukul 03.30 dini hari dengan gerakan yang benar dan runtut, durasi 20-60 menit (setidaknya 11 rakaat), 3-5 kali per minggu, secara teratur akan bermanfaat untuk preventif dan kuratif (pengobatan) hipertensi.

Gerakan shalat tidak hanya dapat meningkatkan sekresi NO, namun juga akan meningkatkan kemampuan kerja atau aktivitas dari NO dalam mengontrol tekanan darah baik pada orang dengan tekanan darah normal atau hipertensi. Olahraga adalah obat, oleh sebab itu dibutuhkan dosis (takaran) yang tepat; jika takarannya kurang maka tidak akan menimbulkan efek untuk kesehatan tubuh.

Karena di atas sudah dijelaskan bahwa tahajud adalah olahraga, dengan demikian tahajud adalah obat untuk mencegah dan juga mengontrol hipertensi. Oleh karena itu sebagai tindakan preventif maka tahajud harus dilakuan dan dibiasakan sejak dini mulai dari masa kanak-kanak agar efek preventif berjalan secara optimal.

Ingat, pencegahan hanya dapat dilakukan sebelum terjadinya penyakit. Perlu pula dipahami bahwa shalat tahajud adalah bukan obat pil atau tablet yang bersifat instant, dengan demikian maka butuh waktu minimal sebulan untuk memberikan efek terhadap perubahan tekanan darah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved