Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Kedai Tuak Buka Selama Ramadhan, Gerakan Pemuda Peduli Agara Demo DPRA

Mahasiswa meminta kedai tuak di Aceh Tenggara ditutup dan mengevaluasi kinerja Satpol PP dan WH Aceh Tenggara.

Serambinews.com
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Aceh Tenggara (GEMPA), berdemo di depan Kantor DPRA Banda Aceh, Kamis (22/4/2021) 

Laporan Asnawi Luwi |  Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Aceh Tenggara (GEMPA), berdemo di depan Kantor DPRA Banda Aceh, Kamis (22/4/2021).

Pendemo yang berjumlah belasan orang ini datang berjalan kaki mengusung berbagai poster dan berorasi meminta kedai minuman keras dan kedai tuak di tutup di Aceh Tenggara dan mengevaluasi kinerja Satpol PP dan WH Aceh Tenggara.

Kedatangan demonstran disambut oleh Anggota DPRA Dapil 8 Yahdi Hasan dari Fraksi Partai Aceh, Rijaluddin dari Fraksi PKB dan Junedi dari Partai Hanura.

"Kami minta Pemkab Agara konsisten  untuk menutup kedai miras dan tuak di Aceh Tenggara, " ujar Koordinator Lapangan, Aldi Mustafa Azis, dalam orasinya.

Ia juga meminta komitmen DPRA Dapil 8 untuk bersama-sama mendukung penegakan Qanun Syariat Islam di Aceh Tenggara dan menutup kedai tuak di Aceh Tenggara.

Pendemo juga meminta tanda tangan dari DPRA Dapil 8 yakni Yahdi Hasan, Rijaluddin dan Junedi.

Baca juga: Ayah Rudapaksa Putri Tiri Selama 3 Tahun, Diberi Uang Tutup Mulut Rp 100 Ribu

Baca juga: Viral Video Pengemis Pura-pura Lumpuh, Ngesot untuk Cari Simpati, Bawa Rp 500 Ribu saat Digeledah

Baca juga: Syarat Dapat Bantuan UMKM PNM Mekar, Dapat Rp 1,2 Juta Meski Sudah Cair BLT UMKM Rp 2,4 Juta

Baca juga: Terkait Konser Amal, Polisi Periksa 15 Saksi, Pemilik Cafe, Panitia, hingga Mahasiswa yang Berjoget

Sementara itu, Yahdi Hasan,  mengatakan, mereka sangat mendukung kedai tuak ditutup, karena bertentangan dengan Qanun Syariat Islam di Aceh.

Mereka akan menyurati Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim dan juga akan menemuinya untuk menyampaikan aspirasi para mahasiswa terkait permintaan kedai miras untuk ditutup.

Hal lain diutarakan, Rijaluddin Menurut dia, selama ini yang mengkonsumsi miras maupun narkoba adalah anak muda, mari kita bersama-sama selamatkan generasi muda dari pengaruh miras dan narkoba.

Pendemo dikawal oleh aparat kepolisian dan Satpol PP dan WH Aceh. Demonstran membubarkan diri dengan terbit dan lancar pada pukul 14.50 WIB.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved