Breaking News:

Salam

Pedagang Harusnya Memang Teratur

Pemerintah Kota Banda Aceh memindahkan seluruh pedagang yang berjualan di pasar pemerintah kawasan Peunayong Banda Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Asisten II Kota Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi memimpin Rapat Relokasi Pedagang Kawasan Pasar Ikan Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, di Gedung Mawardi Nurdin Kota Banda Aceh, Selasa (20/04/2021). 

Pemerintah Kota Banda Aceh memindahkan seluruh pedagang yang berjualan di pasar pemerintah kawasan Peunayong Banda Aceh ke Pasar Al Mahira Lamdingin pada akhir Mei 2021. Ini merupakan upaya relokasi kedua setelah sebelumnya sebagian pedagang Peunayong yang sudah dipindahkan ke Lamdingin minta kembali ke Peunayong karena fasilitas pasar Al Mahira dianggap belum lengkap, termasuk ketersediaan air bersih.

Plt Asisten II Kota Banda Aceh Drs T Samsuar MSi mengatakan, relokasi pasar tersebut dilakukan pada tanggal 24 Mei 2021. Penetapan tanggal tersebut atas permintaan dan usulan dari pedagang di Pasar Peunayong. Yang direlokasi, termasuk para pedagang di pasar Jalan Kartini dan Lapangan SMEP.  “Kali ini kita pindah secara bersamaan, semua pedagang yang berjualan di pasar pemerintah di kawasan Peunayong pindah serentak,” tuturnya.

Kabar itu disampaikan di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-816 Kota Banda Aceh. Selain mengucapkan selamat ulang tahun kepada kota tercinta ini, pada setiap kali peringatan hari jadi Banda Aceh, publik pasti mempertanyakan kemajuan apa yang telah dicapai kota ini di usia setua itu.

Mengusung konsep “Banda Aceh Kota Gemilang dalam Bingkai Syariah”, Wali Kota Aminullah Usman dan Wakilnya Zainal Arifin antara lain mengedepankan tata kota yang bersih, nyaman, tertib, dan tentu saja tidak kumuh. “Kami mempertegas komitmen untuk merealisir konsep ‘Kota Gemilang dalam Bingkai Syariah’. Semoga dengan niat tulus dan usaha bersama, akan mengantarkan Banda Aceh untuk segera mencapai ke gerbang kota tanpa kumuh dan terwujudnya Kota Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah,” ungkap Wali Kota Banda Aceh beberapa waktu lampau.

Barangkali semua kita setuju bahwa penataan Kota Banda Aceh dalam tiga tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat terasa. Penataan kawasan kumuh, revitalisasi bantaran sungai menjadi taman bermain dan kawasan wisata, pelancaran distribusi air bersih, pengangkutan sampah, dan lain-lain.

Satu hal yang sepertinya “ jalan di tempat” adalah penertiban pedagang, terutama di kawasan Peunayong. Sebagian pedagang di kawasan itu seolah menjadi penguasa jalanan bahkan jembatan. Mereka mengambil badan jalan untuk membuka lapak berjualan. Dan, petugas selama bertahun-tahun seperti tak berdaya menghadapi ulah para pedagang itu. Lihat bagaimana kumuhnya Jalan Sisingamangaraja, Jalan Kartini, Jalan WR Supratman, dan sejumlah jalan lainnya.

Kita ingin sampaikan, jika memang kali ini benar-benar ingin direlokasi secara serentak, maka itu Pemko harus bersikap tegas dan tanpa pilih kasih. Toh, semua ini dijalankan dalam konteks penataan ulang lokasi usaha dan Pemko Banda Aceh sudah menyediakan lokasi khusus sebagai area jual‑beli, yakni Pasar Al Mahira Lamdingin. Dengan demikian, kebutuhan warga tidak hilang bersamaan dengan relokasi para pedagang.

Dalam penataan kawasan perkotaan, pemerintah tentu melakukannya dengan bijak, termasuk melakukan kajian dari sosial ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan demikian, menertibkan dan merelokasi ke tempat yang baru sudah dipikirkan secara matang. Tidak membuat para pedagang merugi, namun benar‑benar ditata dan ditempatkan di lokasi yang nyaman, menguntungkan dan tidak menganggu lalu lintas.

Masyarakat sangat berharap relokasi ini dapat berjalan secara baik dan tegas sehingga kawasan Peunayong segera rapi, tertib, dan bersih. Para pemilik toko yang selama ini “sesak napas” tentu akan bisa bernapas lega jika semuanya sudah tertib dan bersih.

Kita juga ingin mengatakan, Banda Aceh yang saat ini termasuk Zona Oranye Covid-19, kawasan pasarnya  kelihatan sangat longgar dalam penerapan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, selain merelokasi pedagang, Pemerintah Kota juga perlu mempertegas kembali pelaksanaan protokol kesehatan di pasar, atau antara penjual dan pembeli.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved