Breaking News:

Polisi Ciduk Enam Penambang Emas

Satreskrim Polres Pidie bersama Unit Idik IV Tipidter Satreskrim menangkap enam penambang emas di hutan pegunungan Geumpang

FOR SERAMBINEWS.COM
Beko melakukan aktivitas tambang emas ilegal di Alue Saya Km 10, Gampong Keune, Kecamatan Geumpang Pidie, Selasa (20/4/2020). 

SIGLI - Satreskrim Polres Pidie bersama Unit Idik IV Tipidter Satreskrim menangkap enam penambang emas di hutan pegunungan Geumpang, tepatnya di kawasan pinggiran Alue Saya KM 10, Gampong Keune, Kecamatan Geumpang Pidie, Selasa (20/4/2020). Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan satu alat berat jenis beko, satu timbangan emas, dan satu buku jadwal kerja beko, di lokasi penambangan ilegal tersebut.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra MH, kepada Serambi, Kamis (22/4/2021) mengatakan, penangkapan enam penambang emas berawal dari laporan masyarakat yang menyebut pinggiran Alue Saya KM 10 Gampong Keune, Kecamatan Geumpang, sering dijadikan tempat penambangan emas ilegal.

Mendapat informasi itu, tim kepolisian lalu mengendap menuju lokasi tambang emas ilegal. Butuh waktu satu jam lebih untuk mencapai lokasi, mengingat medan yang sulit ditembus dengan roda empat. Sesampai di lokasi sekitar pukul 7.30 WIB, tim langsung menangkap enam laki-laki di lokasi tambang emas ilegal.

Disebutkan, keenam tersangka yang ditangkap yaitu Hendra (46) warga Gampong Ie Rhop Timu Bireuen, Ahmad Ramadhani (31) warga Kampung Jawa Lhokseumawe, Muhammad Dahri (28) warga Alue Peudada Aceh Utara, dan M Jamil (48) warga Gampong Keune Geumpang, Zaman Huri (52) dan Iskandar (33) dari warga Gampong Bangkeh Geumpang.

"Keenam tersangka kami tangkap secara bersamaan di Alue Saya KM 10 Gampong Keune, Kecamatan Geumpang. Kami turut mengamankan satu beko, timbangan emas, dan buku jadwal beko kerja. Saat kami tangkap tersangka sedang beraktivitas," jelasnya.

Berdasarkan Pasal 158  UU RI Nomor 3 Tahun 2020, bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana tertuang dalam Pasal 35 diancam dengan hukuman kurungan 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar.

Pada bagian lain, Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Ferdian Chandra menyebutkan, pemodal atau toke tambang liar itu yang telah dikantongi namanya berinisial MK dan BM kini masuk dalam DPO Polres Pidie. Polisi terus memburu kedua pemodal tersebut hingga tertangkap. "Saat kami tangkap pekerja, ternyata pemodal tidak berada di lokasi," jelasnya.

Ferdian menjelaskan, aktivitas tambang emas ilegal itu telah merusak hutan sehingga memicu terjadinya banjir dan longsor. Untuk itu, warga harus menghentikan aktivitas ilegal tersebut. "Kami mengajak masyarakat untuk menjaga hutan sehingga habitat di dalamnya bisa hidup berdampingan dengan masyarakat. Jika hutan itu tidak kita jaga, siapa lagi yang menjaga kelestarian hutan kita," pungkasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved