Breaking News:

Internasional

UEA Larang Penerbangan dari India, Kasus Virus Corona Terus Meroket ke Rekor Global

Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (22/4/2021) melarang semua penerbangan dari India, termasuk penumpang transit.

Editor: M Nur Pakar
WAM
Pesawat India saat berada di bandara internasional UEA. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (22/4/2021) melarang semua penerbangan dari India, termasuk penumpang transit.

UEA beralasan, kasus virus Corona di Negeri Taj Maal itu terus melonjak ke rekor global.

Sekitar 300 penerbangan seminggu beroperasi antara UEA dan India sebelum larangan diumumkan.

Menurut media lokal, menjadikan koridor udara salah satu yang tersibuk di dunia.

"Keputusan untuk menangguhkan penerbangan datang setelah mempelajari dan mengevaluasi situasi epidemiologi di Republik India yang bersahabat," kata Otoritas Penerbangan Sipil Umum kepada kantor berita WAM.

Baca juga: UEA Segera Berlakukan Pembatasan Pergerakan Penduduk, Penolak Suntikan Vaksin Covid-19

GCAA mengatakan bahwa mereka yang datang dari India melalui negara lain harus tinggal di destinasi ketiga tersebut setidaknya selama 14 hari.

Warga negara UEA dan penumpang jet pribadi dibebaskan dari persyaratan itu.

Penerbangan kargo antara kedua negara akan dilanjutkan setelah larangan tersebut.

Mulai berlaku pada 25 April 2021 untuk jangka waktu 10 hari dan dapat diperpanjang.

Baca juga: UEA Terima Utusan Israel, Kelanjutan Perluasan Hubungan Bilateral Kedua Negara

"Ini datang sebagai tanggapan atas tindakan pencegahan dan pencegahan proaktif kesehatan yang dikeluarkan oleh semua otoritas terkait di negara itu untuk membatasi penyebaran virus Corona," tambahnya.

UEA adalah rumah bagi sekitar 3,3 juta orang India yang merupakan sepertiga dari populasi.

Kebanyakan dari mereka di Dubai, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk federasi.

India mengumumkan pada Kamis (22/4/2021), hampir 315.000 kasus baru virus Corona telah dicatat selama 24 jam terakhir, jumlah korban harian tertinggi di dunia.

New Delhi mengirimkan peringatan bahwa pasien dapat meninggal jika pasokan oksigen di rumah sakit tidak diisi ulang.

Baca juga: Arab Saudi Larang 20 Negara, Termasuk Indonesia, Saat Penerbangan Dimulai Kembali 17 Mei 2021

Sistem perawatan kesehatan negara yang telah lama kekurangan dana itu sedang dibatasi oleh gelombang kedua.

Pandemi disalahkan pada varian "mutan ganda" dan pertemuan massal sebagai "penyebar super".(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved