Breaking News:

Masjid Tuo Al-Khairiyah Tapaktuan, Tempat Menimba Ilmu Sejumlah Ulama Aceh

Kita akan melihat sebuah masjid berdinding kayu bernama Masjid Tuo Al-Khairiyah

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Masjid Tuo Al-Khairiyah, Tapaktuan, Aceh Selatan 

Pada pertengahan tahun 1930-an, oleh Imam Masjid Tengku Imam Zamzami Yahya melalui perjuangan yang cukup berat, beliau melihat kondisi dan pertumbuhan penduduk, juga Tapaktuan sebagai kota pendistribusian barang-barang hasil hutan dan rempah-rempah seperti pala, cengkeh, minyak nilam, kopra dan rotan, dengan demikian  kebutuhan pendidikan bagi masyarakat Tapaktuan dan sekitarnya, mau tidak mau hurus pula dibenahi.

Bersama teman-teman seperjuangan, Tengku Imam Zamzami Yahya  membangun madrasah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Madrasah itu dibangun disamping kanan masjid.

Masjid ini pernah juga dikunjungi oleh Gubernur Panglima Aceh Pertama, Abu Muhammad Daud Beureu’eh, jauh sebelum beliau menjadi pemimpin Aceh dan juga pernah mengajar dan memotivasi guru dan murid yang sedang menuntut ilmu di Masjid Al-Khairiyah ini.

Pada pada tahun 1953 beliau datang lagi ke Tapaktuan, setelah melihat perkembangan umat terutama dalam masaalah agama, kemudian beliau menyarankan agar masyarakat Tapaktuan menambah lagi Masjid Jamik terutama untuk menampung jamaah shalat Jumat. Imbauan tersebut disambut oleh masyarakat Tapaktuan dengan antusias.

Pada tahun 1980, Bupati Drs Soekardi Is merehab dan memperluas bangunan masjid. Masjid inipun dijadikan masjid kabupaten dan diberi nama Masjid Agung Isiqamah yang pembangunan dan pemeliharaannya ditangani oleh Pemkab Aceh Selatan melalui APBD. Sangat berbeda dengan masjid Tuo Al-Khairiyah yang cuma mengharapkan sumbangan masyarakat dari hasil celengan Jumatan, sehingga ada kesan seolah-olah masjid Tuo ini sudah tidak dihiraukan lagi atau sudah dilupakan, walau masjid ini berstatus masjid Kecamatan Tapaktuan.

“Kami kini risau kerana rayap terus menerus merongrong dinding, plafon, bahkan tiang masjid. Apalagi bagian kubah masjid yang dulu tempat bermain anak-anak masa itu, kini lapuk dan terancam ambruk,” tutup A Nasriza.(taufik zass)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved