Breaking News:

Berita Bireuen

Terlibat Jual Beli Chip Higgs Domino, Dua Warga Peudada Terancam Hukuman Cambuk

Keduanya ditangkap karena diduga melanggar pasal 20 Jo Pasal 18 Jo dan Pasal 6 Qanun Provinsi Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dok Polres Bireuen
Dua warga Peudada Bireuen ditangkap sekitar pukul 02/00 WIB, Sabtu (25/04/2021), keduanya diduga terlibat permainan judi online. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dua warga Peudada Bireuen yang ditangkap tim Opsnal Polres Bireuen yang diduga terlibat terlibat jual beli Chip Higgs Domino terancam hukuman cambuk.

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Fadilah Aditya Pratama SIK kepada Serambinews.com, Minggu (25/04/2021) mengatakan, kedua tersangka yang diamankan tim Opsnal diduga melakukan tindak pidana permainan judi online.

Perbuatan tersebut dan keduanya ditangkap karena diduga melanggar pasal 20 Jo Pasal 18 Jo dan Pasal 6 Qanun Provinsi Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 

Dalam Qanun tersebut dalam pasal 20 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, menyediakan fasilitas, atau membiayai Jarimah Maisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 19 diancam dengan ‘UqubatTa’zircambuk paling banyak 45 (empat puluh lima) kali dan/atau denda paling banyak 450 (empat ratus lima puluh) gram emas murni dan/atau penjara paling lama 45 (empat puluh lima) bulan.

Kedua tersangka sudah diamankan ke Polres Bireuen dan sedang diperiksa tim penyidik Polres Bireuen, permainan judi online semakin meresahkan masyarakat.

Baca juga: Dua Warga Peudada Bireuen Ditangkap, Kasus Jual Beli Chip Higgs Domino

Baca juga: Dua Warga Peudada Ditangkap Terlibat Judi Online, Ini Barang Bukti Diamankan

Kapolres Bireuen menghimbau warga Bireuen untuk tidak ikut terlibat dalam jual beli judi online atau jual beli chip game higgs domino, tim lapangan baik dari Polres Bireuen, jajaran Polsek terus memantau dan menyelidi permainan judi tersebut.

Dua warga Peudada yang sudah diamankan menjadikan salah satu bukti permainan tersebut semakin meresahkan, perbuatan tersebut adalah pelanggaran Qanun Provinsi Aceh, pelaku mendapat ancaman hukuman cambuk di depan masyarakat umum.(*)

Baca juga: Lebanon Gagalkan Penyelundupan Puluhan Migran Asal Suriah ke Siprus

Baca juga: Paus Fransiskus Kutuk Kematian 130 Migran di Mediterania, Tim Penyelamat Abaikan Sampai Tenggelam

Baca juga: Apa yang Salah dengan India, sehingga Kasus Covid-19 Melonjak Drastis?

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved