Breaking News:

Ramadhan

Termyata, Puasa Banyak Manfaatnya, Peningkatan Kualitas Tidur & Cegah Penyakit, Ini Kata Ahli

Telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker.

Editor: Nur Nihayati
TRIBUNLAMPUNG.COM
Ilustrasi puasa sunnah Tarwiyah dan puasa sunnah Arafah (TRIBUNLAMPUNG.COM) 

hingga pengendalian nafsu dari mulai fajar hingga matahari terbenam.

Umat ​​Muslim diperintahkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Sementara itu, orang Yunani kuno merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh.

Dan hari ini beberapa ilmuwan menganjurkan puasa yang dimodifikasi untuk manfaat mental dan fisiknya.

Dikenal sebagai puasa intermiten, puasa yang dimodifikasi ini hadir dalam beberapa bentuk yang mengharuskan tidak makan selama 12, 16, atau 24 jam sekaligus.

Bentuk lain, yang dikenal sebagai puasa 5: 2, menganjurkan pembatasan kalori (hanya makan antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu.

Eat Stop Eat, sebuah buku oleh Brad Pilon yang diterbitkan pada tahun 2007, merekomendasikan untuk tidak makan selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu, memberikan kebebasan kepada individu untuk memutuskan kapan harus memulai dan mengakhiri puasa mereka.

Pada tahun 2012, Michael Mosley merilis dokumenter TVnya Eat, Fast and Live Longer dan menerbitkan buku terlarisnya The Fast Diet, keduanya didasarkan pada konsep 5: 2 tentang puasa intermiten.

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut 'makan terbatas waktu'," kata Mosley kepada Al Jazeera.

“Ini melibatkan hanya makan dalam jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan umat Islam selama Ramadan".

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved