Breaking News:

BBPOM Aceh Temukan Pangan Mengandung Borax di Pijay

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Banda Aceh menemukan pangan dan takjil mengandung borak di Pidie Jaya (Pijay)

IST
Petugas BBPOM Aceh melakukan pemeriksaan minuman dan makanan berbuka puasa di Keude Meureudu, Pidie Jaya, Selasa (21/5).SERAMBI/ABDULLAH GANI 

MEUREUDU - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Banda Aceh menemukan pangan dan takjil mengandung borak di Pidie Jaya (Pijay). Hal itu ditemukan dalam intensifikasi pengawasan pangan dan takjil pada sejumlah titik di kabupaten itu pada 20-21 April 2021. Dalam kegiatan itu, tim BBPOM  didampingi Wakil Bupati Pijay, H Said Said Mulyadi, serta Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB), Eddy Azwar.

Plt Kepala BBPOM Banda Aceh, Desi Ariyanti Ningsih SSi Apt, melalui Koordinator Bidang Pemeriksaan, Suryani Fauzi SKM MSi, kepada Serambi, Rabu (21/4/2021) memgatakan, kegiatan rutin itu dilaksanakan pihaknya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi kesehatan untuk dikonsumsi.

"Pangan yang tidak memenuhi ketentuan itu akan diuji konfirmasi di Laboratorium BBPOM Banda Aceh, guna ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga sarana distribusi yang ditemukan ada pelanggaran akan dibina sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"ungkap Suryani.

Dari hasil intensifikasi terhadap 15 sampel pada empat titik yaitu Luengputu dan Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kecamatan Jangka Buya, Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, serta Meureudu, 5 sampe di antaranya diduga kuat mengandung borax. Sementara 17 sampel takjil, semuanya memenuhi syarat. Sementara untuk sarana, dari 15 yang diperiksa 11 di antaranya memenuhi ketentuan dan 4 lainnya tidak. Sarana yang tidak memenuhi ketentuan antara lain pangan kedaluarsa satu item dan kemasan rusak lima  item.

Karenanya, tambah Suryani, BBPOM Banda Aceh mengimbau pemilik sarana agar menjaga produk pangan yang dijual tetap memenuhi syarat keamanan dan mutu, terutama izin edar dan tanggal kedaluwarsa. Selain itu, katanya, pelaku usaha wajib memisahkan produk yang sudah kedaluarsa atau rusak ke tempat yang tidak terjangkau oleh pembeli.

“Kami juga mengimbau konsumen agar memilih produk pangan yang aman saat membeli. "Yang penting ingat selalu yaitu Cek KLIK  (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa," pungkasnya. (c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved