Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Mangacu Standar Harga Kurma, Besarnya Zakat Fitrah dengan Uang di Aceh Singkil Rp 114 Ribu/Jiwa

Besaran zakat fitrah dengan uang di Kabupaten Aceh Singkil, pada Ramadhan 1442 Hijriah ditetapkan Rp 114 ribu per jiwa.....

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Jalimin
Dok Mustafa
Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Singkil, Saifuddin bersama ormas Islam dan instansi terkait menggelar rapat penetapan zakat fitrah 1442 hijriah, Kamis (22/4/2021). 

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Besaran zakat fitrah dengan uang di Kabupaten Aceh Singkil, pada Ramadhan 1442 Hijriah ditetapkan Rp 114 ribu per jiwa.

Besaran zakat fitrah tersebut berdasarkan harga pasar kurma yang beredar di masyarakat Aceh Singkil.

Harga pasar kurma di Aceh Singkil Rp 30 ribu per kilogram. Sementara zakat fitrah yang ditunaikan dengan uang sesuai Mazhab Hanafi dapat dikeluarkan dalam bentuk harga kurma kering senilai 3,8 kilogram kurma per jiwa.

Dengan demikian besaran zakat fitrah dengan uang di Kabupaten Aceh Singkil 3,8 kilogram  x Rp 30 ribu harga pasar kurma sama dengan Rp 114 ribu.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi Kementerian Agama Aceh Singkil, dengan MPU, Dinas Syariat Islam, Disperindagkop dan UKM serta ormas Islam pada 22 April 2021.

"Sesuai dengan fatwa MPU Aceh. Di fatwa MPU memang yang pakai uang itu diukur dengan harga kurma," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Singkil, Saifuddin, Senin (26/4/2021).

Sedangkan zakat fitrah menggunakan beras 2,8 kilogram per jiwa atau 10 muk penuh beras bersih plus segenggam untuk kesempurnaan takaran.

Zakat fitrah menggunakan uang di Kabupaten Aceh Singkil sangat besar nilainya dibanding tahun lalu. Tahun ini Rp 114 ribu per jiwa sedangkan tahun lalu dikisaran Rp 38 ribu sampai Rp 49,4 ribu.

Tahun lalu besaran zakat fitrah menggunakan uang dikonversi dari harga beras. Masing-masing yang konsumsi beras ramos atau sejenis 3,8 kg x Rp 13.000 = Rp 49.400 per jiwa.

Lalu yang konsumsi beras gentong atau sejenis 3,8 kg x Rp 11.000 = Rp 41.800 per jiwa dan yang konsumsi beras bulog atau sejenis 3,8 kg x Rp 10.000= Rp 38.000 per jiwa.

Terkait hal tersebut Kepala Kantor Kemenag Aceh Singkil, Saifuddin menjelaskan sesuai fatwa MPU Aceh jika menggunakan uang maka dasarnya harga kurma. Bukan diukur dari harga beras.

"Tahun lalu itu dibuat uang diukur dengan harga beras. Sementara fatwa MPU (MPU Aceh) bukan harga beras tapi harga kurma," jelas Saifuddin.

Menurut Saifuddin, dari empat mazhab sebenarnya semuanya mewajibkan zakat fitrah dengan makanan pokok. Hanya Mazhap Hanafi yang mebolehkan bayar pakai harga tapi harus diharga seharga kurma bukan makanan pokok.

Dalam Fatwa MPU Aceh Nomor 13 Tahun 2014 tentang Zakat Fitrah dan Ketentuan Lainnya, disebutkan zakat fitrah dalam Mazhab Hanafi dikeluarkan dalam bentuk harga dari kurma kering, gandum syair, anggur kering dan gandum bur seharga 3,8 kilogram.

Di Kabupaten Aceh Singkil, dipilih kurma sebagai ukuran zakat fitrah dengan uang. Lantaran di tanah Batuah itu, hanya ada kurma.

"Hanya empat makanan tersebut (kurma kering, gandum syair, anggur kering dan gandum bur) yang boleh di ukur untuk bayar zakat fitrah dengan uang. Sementara yang ada beredar di tempat kita hanya kurma, maka kita bandingkan dengan pasar kurma," tukas Kepala Kantor Kemenag Aceh Singkil.(*)

Baca juga: Sah! Assanur Torres Rijal Raih TopSkor di Piala Menpora, Bawa Pulang Rp 100 Juta

Baca juga: Bupati Aceh Barat Ajak ASN Ngaji Kitab Kuning Bersama

Baca juga: Kronologi Kepala BIN Papua Ditembak KKB, Dihadang di Tengah Jalan Hingga Kontak Senjata

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved