Breaking News:

Internasional

Pejabat China di Xinjiang Kecam Deklarasi Genosida Uighur Oleh Inggris, Tidak Berdasarkan Fakta

Juru bicara wilayah Provinsi Xinjiang, China, Minggu (25/4/4021) menyebut tuduhan genosida oleh Inggris terhadap Muslim Uighur tidak berdasarkan fakta

Editor: M Nur Pakar
AP
Xu Guixiang, Wakil Direktur Jenderal Departemen Publisitas Partai Komunis di Xinjiang, China. 

SERAMBINEWS.COM URUMQI - Juru bicara wilayah Provinsi Xinjiang, China, Minggu (25/4/4021) menyebut tuduhan genosida oleh Inggris terhadap Muslim Uighur tidak berdasarkan fakta.

China mendapat tekanan lebih besar minggu ini atas perlakuannya terhadap kelompok etnis Uighur di daerah perbatasan terpencil itu.

Parlemen Inggris menyetujui mosi tidak mengikat pada Kamis (22/4/2021) yang mengatakan kebijakan China sama dengan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengawas yang berbasis di New York, Human Rights Watch, mengajukan banding ke PBB awal pekan ini untuk menyelidiki tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Mosi yang diadopsi oleh pihak Inggris sama sekali tidak berdasar," kata Xu Guixiang, Wakil Direktur Jenderal Departemen Publisitas Partai Komunis di Xinjiang.

Baca juga: Presiden AS Tuduh China Melakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur

"Keputusan itu dibuat berdasarkan pernyataan beberapa politisi, beberapa yang disebut lembaga akademis, beberapa yang disebut ahli dan cendekiawan, dan beberapa yang disebut saksi," jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, diperkirakan 1 juta orang atau lebih telah dikurung di kamp-kamp di Xinjiang, menurut pemerintah dan peneliti asing.

Sebagian besar adalah Uighur, kelompok etnis yang sebagian besar Muslim.

Pihak berwenang telah dituduh melakukan kerja paksa , pengendalian kelahiran paksa sistematis dan penyiksaan.

Pemerintah China dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved