Breaking News:

Salam

Ramadhan Rawan Kebakaran, Waspadalah!

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB sebanyak 12 rumah

FOR SERAMBINEWS.COM
Kebakaran hebat terjadi di kawasan Batuphat Timur, sehingga belasan rumah ludes terbakar, Jumat (23/4/2021) 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB sebanyak 12 rumah di Dusun B, Gang Mawar, Kampung Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe terbakar. Dampaknya, 48 jiwa warga yang rumahnya hangus harus mengungsi ke kantor keuchik setempat.

Saat musibah itu terjadi, Mariana Yakub (48), janda satu anak, sedang berjualan di warung kopi yang hanya berjarak 100 meter dari rumahnya. Tiba-tiba datang warga tergopoh-gopoh dengan napas tersengal-sengal mengabarkan bahwa rumahnya terbakar.

Mendengar kabar tersebut Mariana langsung berlari menuju rumahnya yang saat itu dalam kondisi kosong. Setiba di rumah ia panik melihat rumah peninggalan almarhum suaminya dilalap api.

Saat membuka pintu Mariana kaget melihat si jago merah sudah memenuhi ruang tamu, terutama di bagian plafonnya. Kondisi itu membuat ia tak mungkin bisa lagi masuk ke rumahnya.

Spontan Mariana berteriak minta tolong. Lalu ia berusaha masuk dari samping rumah tetangga untuk mengambil air dan menyiramkan ke kobaran api. Sayangnya, api kian membesar.

Kebakaran tak terhenti sampai di situ. Pasalnya, api dari rumah Mariana menjalar pula ke rumah tetangganya di samping kiri dan kanan. Deretan rumah kopel serta berkonstruksi bahan yang mudah terbakar itu membuat api makin mudah menghanguskan bangunan yang ada.

Api juga merembet ke rumah Baharudin (47) yang tampak sibuk menyelamatkan istri dan anak-anaknya. Ia berjibaku untuk memastikan anggota keluarga dan tetangganya tak jadi korban. “Saat itu saya hanya berpikir harus bisa menyelamatkan keluarga dan tetangga agar tidak terjebak dalam api. Saya tak mau musibah kebakaran ini merenggut nyawa manusia,“ ujarnya.

Setelah berhasil menyelamatkan keluarga dan tetangganya, Baharuddin justru tak sempat menyelamatkan rumah beserta seluruh harta bendanya. Yang tersisa hanyalah baju di badan.

Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah Mariana Yakub. Sekitar pukul 22.30 WIB satu mobil pemadam kebakaran milik PT PIM dan milik PT Perta Arun Gas tiba di lokasi. Kemudian, pukul 22.42 WIB dua mobil damkar milik Pemko Lhokseumawe juga tiba dan pada pukul 23.00 WIB satu mobil water canon ikut memadamkan api dengan dibantu oleh masyarakat setempat.

Pada Sabtu (24/4/2021) tengah malam sekitar pukul 00.05 WIB, barulah api berhasil dipadamkan.

Dari data yang ada, tercatat 48 jiwa terpaksa mengungsi karena rumahnya musnah terbakar.

Kebakaran di permukiman penduduk merupakan peristiwa yang terus terulang di Aceh, baik karena hubungan arus pendek (korsleting) listrik, maupun sebab lain. Di antaranya karena kompor gas meledak, lampu teplok jatuh, bisa juga karena seseorang merokok di dekat bensin atau karena membuang puntung rokok secara sembarangan di rerumputan garing atau di lahan kering.

Saking sering dan banyaknya terjadi kebakaran di permukiman penduduk, sampai-sampai Teuku Ahmad Dadek dan Yarmen Dinamika yang menulis buku “Jejak Bencana di Aceh” (1815-2015) tidak mencantumkan kasus-kasus kebakaran di dalam buku itu agar tidak terlalu tebal.

Tapi iktibar harus tetap kita petik dari setiap bencana bahwa pada momen tertentu, katakanlah pada bulan puasa Ramadhan hingga Lebaran Idulfitri, kasus kebakaran memang meningkat. Gara-gara lilin, petasan, dan terutama kembang api yang jatuh ke atap rumbia atau ke tumpukan sampah, kebakaran bisa saja terjadi. Belum lagi misalnya, karena aktivitas kaum ibu di dapur menyiapkan penganan berbuka dan sahur, terbangun dalam keadaan masih mengantuk dan kurang konsentrasi, bisa-bisa kebakaran terjadi. Tugas semua anggota keluargalah untuk memastikan tak ada kompor yang tetap menyala seusai memasak dan tak ada kabel listrik yang dibiarkan terkelupas. Cek dan ricek adalah langkah antisipasi yang tepat dan sebaiknya sediakan racun api di setiap rumah agar jikapun terjadi kebakaran apinya bisa cepat diblokir dan dipadamkan.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved