Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Larang Pertemuan Besar Selama Ramadhan

Kerajaan Arab Saudi melarang seluruh pertemuan besar selama bulan suci Ramadhan. Saat bulan suci Ramadhan, kasus virus Corona terus mengalami kenaikan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Petugas memantau perkembangan Virus Corona di Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi melarang seluruh pertemuan besar selama bulan suci Ramadhan.

Saat bulan suci Ramadhan, kasus virus Corona terus mengalami kenaikan.

Sehingga pejabat kesehatan memperingatkan warganya untuk menghindari pertemuan besar.

Dilansir ArabNews, Selasa (27/4/2021), seluruh warg harus mengikuti pedoman anti-virus Corona, terutama menjaga jarak sosial.

Baik Kementerian Dalam negeri dan kesehatan telah berulang kali memperingatkan tentang konsekuensi mengabaikan prosedur keselamatan.

Dikatakan pihak berwenang siap untuk mengambil tindakan drastis dan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Baca juga: Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa, Tenggelamnya Kapal Selam Nanggala

Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan 958 kasus virus Corona baru dengan 1.047 pemulihan dan 13 kematian terkait virus Corona.

Jumlah total kasus Kerajaan telah meningkat menjadi 413.174 kasus secara keseluruhan.

Dengan 396.604 pemulihan total dan 6.913 kematian selama pandemi.

Wilayah Riyadh terus melaporkan jumlah kasus tertinggi, dengan 364 kasus.

Diikuti oleh wilayah Mekkah dengan 234 dan Provinsi Timur dengan 145.

Wilayah yang melaporkan jumlah kasus baru terendah adalah Najran dengan 10, Jouf dengan delapan dan Baha dengan tujuh.

Baca juga: Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa ke Korban Kebakaran Rumah Sakit Baghdad

Jumlah total kasus aktif di Kerajaan menurun menjadi 9.657, tetapi kasus parah tetap tinggi setelah 44 pasien baru dirawat di unit perawatan kritis dalam 24 jam terakhir.

Sehingga, meningkatkan jumlah pasien kritis menjadi 1.290.

Tingkat pemulihan Kerajaan masih stabil di 95,9 persen.

Sementara itu, sekitar 8,37 juta vaksinasi telah diberikan yang berarti Arab Saudi memvaksinasi orang dengan kecepatan sekitar 1,75 per detik, atau 151.326 per hari.

Sejauh ini, sekitar 24 persen dari 34,8 juta penduduk Kerajaan telah menerima vaksinasi.

Kerajaan juga telah melakukan 57.483 tes PCR selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah tes menjadi 16.643.921 selama pandemi.

Orang harus mengunjungi klinik kesehatan yang ditunjuk untuk menangani masalah terkait virus corona, kata Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Arab Saudi Catat 958 Kasus Baru Virus Corona dan 13 Kematian

Klinik Taakad (pastikan) menyediakan tes PCR untuk individu yang mungkin telah terpapar virus atau mulai menunjukkan gejala ringan.

Seperti demam, kehilangan bau dan rasa, dan kesulitan bernapas. Klinik Tetamman (yakinlah) menawarkan perawatan untuk orang dengan gejala yang lebih serius.

Janji temu ke salah satu klinik dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved