Breaking News:

Internasional

Buah Delima Berisi Narkoba dari Suriah, Bukan dari Lebanon, Minta Arab Saudi Cabut Larangan Impor

Pengiriman buah delima beris narkoba, berupa jutaan pil Captagon bukan dari Lebanon, tetapi melalui perbatasan Masnaa, Suriah.

Foto: Saudi Press Agency
Buah delima berisi narkoba dai Suriah ditinggalkan oleh pemiliknya di Taanayel, Bekaa, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM BEIRUT - Pengiriman buah delima beris narkoba, berupa jutaan pil Captagon bukan dari Lebanon, tetapi melalui perbatasan Masnaa, Suriah.

Pengiriman berisi narkoba disita di Dammam Jumat (23/4/2021) lalu dan menyebabkan Arab Saudi melarang impor hasil pertanian dari Lebanon.

Pada Senin (26/4/2021), Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan negranya ingin tidak membahayakan keselamatan negara mana pun.

Sedangkan Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan baik Lebanon maupun rakyatnya tidak akan menerima kerugian apapun yang ditimbulkan kepada Saudi.

"Kami bersama Kerajaan dalam memerangi jaringan penyelundupan dan mengejar mereka yang terlibat," kata Diab.

Mencegah penyelundupan dari perbatasan Lebanon menjadi fokus pertemuan yang dipimpin oleh Aoun, dengan para menteri dan pejabat keamanan dan bea cukai.

Arab Saudi didesak untuk mempertimbangkan kembali pelarangannya, yang mulai berlaku pada Minggu (25/4/2021).

Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi ditugaskan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Kerajaan untuk menindaklanjuti prosedur menemukan pelaku.

Juga mencegah terulangnya kasus praktek kejahatan tersebut.

Baca juga: Larangan Impor Oleh Arab Saudi Jadi Bencana Bagi Lebanon, Penyelundup Akan Dihukum Berat

Tetapi sumber bea cukai mengungkapkan skala tantangan tersebut, serta berbagi wawasan tentang proses penyelundupan.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved