Breaking News:

Serambi Spiritual

Isi Kajian Serambi Spiritual, Rektor Unmuha Aceh: Jangan Melihat Kepekaan Sosial dari Materi Saja

jangan hanya melihat kepekaan sosial itu dari aspek memberi materi semata, tetapi yang lebih penting lagi adalah memberi rasa aman kepada seseorang.

FOR SERAMBINEWS.COM
Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, Ustaz Dr H Aslam Nur, LLM MA (kiri) mengisi kajian Serambi Spiritual, Senin (26/4/2021) hari ini, dengan mengangkat tema “Ramadhan Bulan Melatih Kepekaan Sosial”,  yang dipandu oleh penyiar Serambi FM, Tieya Andalusia. 

SERAMBINEWS.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, Ustaz Dr H Aslam Nur, LLM MA mengisi kajian Serambi Spiritual, Senin (26/4/2021).

Kajian agama dalam program Serambi Spiritual hari ini mengangkat tema “Ramadhan Bulan Melatih Kepekaan Sosial”,  yang dipandu oleh penyiar Serambi FM, Tieya Andalusia.

Program ini dipancarkan langsung melalui saluran 90,2 Serambi FM, dan live streaming di Fanspage Facebook Serambinews.com, serta Instagram Serambi FM.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Aslam mengatakan bahwa hidup ini adalah proses dan puncak dari proses hidup adalah meninggal dalam husnul khatimah.

“Karena kunci yang paling penting itu adalah iradah qawiyah, yaitu keiinginan yang kuat untuk melakukan perubahaan diri,” ungkapnya.

Rektor Unmuha Aceh mengatakan, bulan Ramadhan menjadi bulan yang paling tepat bagi manusia untuk belajar saling memahami perbedaan, hak-hak orang lain, memberikan sesuatu yang bukan hanya bersifat materi tetapi kebaikan kepada orang lain.

Baca juga: Puasa Memasuki Hari ke-14, Kapan Idul Fitri 1442 Hijriah?, Begini Kajian Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe

Baca juga: Tips Aman dari Asam Lambung Saat Puasa, Begini Caranya, Hindari Jenis Makanan Ini Saat Sahur

Ustaz Aslam mengutip sebuah hadist “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu (perkataan/perbuatan yang tidak berfaedah) dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

“Artinya apa, orang yang berpuasa itu adalah orang yang bisa menjaga lisan dan perilakunya dari hal menyakiti orang lain,” katanya.

Inilah yang dikatakan Rektor Unmuha tersebut, manusia jangan hanya melihat kepekaan sosial itu dari aspek memberi materi semata, tetapi yang lebih penting lagi adalah memberi rasa aman kepada seseorang.

Lantas, bagaimana cara kita sebagai umat untuk meningkatkan kepekaan sosial di bulan Ramadhan?

Halaman
1234
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved