Breaking News:

Jurnalisme Warga

Kisah Alih Aksara Kitab Kesehatan Karya Ulama Aceh

Sampai hari ini sudah 40 naskah lama yang selesai saya salin. Berupa alih aksara dari huruf Arab Melayu atau Jawoe ke aksara Latin

Editor: bakri
Kisah Alih Aksara Kitab Kesehatan Karya Ulama Aceh
IST
T.A. SAKTI, mantan dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH T.A. SAKTI, mantan dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

Sampai  hari  ini sudah  40  naskah lama yang  selesai saya  salin.  Berupa  alih aksara dari  huruf Arab Melayu atau Jawoe ke aksara Latin. Hasil transliterasi itu sekitar 8.000 halaman. Masing- masing naskah memiliki kesukaran tersendiri dalam pengalihan hurufnya. Kalau naskah asli dawatnya sudah pecah menyebar, senter pun perlu saya pakai walaupun di siang hari.  Kegiatan alih aksara naskah lama biasa saya lakukan pada bulan puasa sejak tahun 1992 hingga sekarang.

Salah satu naskah yang paling banyak tantangan saya alami adalah Kitaburrahmah. Kitab ini membahas mengenai obat, ilmu kedokteran, dan kesehatan. Faktor penghambat utama adalah ketebalannya. Kitab karya terjemahan Syekh Abbas Kuta Karang ini memang tebal, yakni 226  halaman. Beliau sendiri menterjemahkan kitab itu dari bahasa Arab ke bahasa Melayu memakan  waktu empat tahun, dari tahun 1266-1270 H.

Syekh Abbas Kuta Karang, selain  memimpin dayah di Lam Keuneu’euen Aceh Besar  juga menjadi salah seorang panglima perang melawan Belanda. Beliau banyak menulis karya terkenal seperti  Qunu Liman Ta’aththuf (undang-undang), Sirajuz Dhalam (astronomi-astrologi),  Tazkiratur Rakidin (Strategi Perang Melawan Belanda), Maw’idhahtul Ikhwan (Nasihat Perang), Nasihatul ‘Awam (Nasihat bagi Masyarakat Umum), dan lain-lain, termasuk Kitaburrahmah yang sedang kita bahas ini.

Setelah memiliki naskahnya pada tahun 2002,  saya pernah berencana menyalin  Kitaburrahmah.  Beberapa persiapan sudah dilakukan. Banyak istilah,  jenis  penyakit, nama obat, nama tanaman obat, bahan obat, dan butir-butir penting lainnya dalam  ”kitab kedokteran dan kesehatan” itu  telah saya beri tanda dengan stabilo merah, kuning, dan hijau. Begitu pula dengan urutan bab, pasal, dan urutan halaman yang meragukan sambungannya juga sudah diperjelas.

Karena melihat begitu tebal naskahnya, saya pun bermaksud cari sponsor. Lalu, saya surati World Health Organization (WHO) Perwakilan Jakarta. Dalam surat balasannya, WHO meminta saya  mengajak lembaga resmi negara agar bantuan dana dapat diberikan.

Guna memenuhi persyaratan itu, saya jumpai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK). Entah mengapa, Dekan FK USK saat itu tidak mau memberikan surat dukungan yang saya minta. Kemudian, dengan dibonceng sepeda motor seorang teman, saya ke Dinas Kesehatan Aceh (saat itu masih kanwil). Karena pimpinan kantor pemerintah itu, kata Satpam, sedang ke Jakarta, padamlah rencana saya mencari sponsor pada hari itu.

Pada tahun 2008 niat serupa tergerak lagi. Dengan ditemani tukang ojek (RBT), saya bermaksud menjumpai Dekan FK USK yang telah menggantikan dekan yang dulu itu. Karena beliau asli Aceh, saya lebih berharap akan ada hasilnya. Segala keperluan sudah saya siapkan.

Setelah bertanya ke sana-sini, tahulah saya bahwa Kantor Dekan FK USK di lantai dua. Langsung  saya bersama Pak RBT menuju tangga. Menyaksikan tangga yang tinggi meliuk-liuk itu, timbullah rasa ngeri di hati. Kami pulang, maka batal lagi rencana  saya. Sebenarnya, tangga itu pernah saya lalui beberapa tahun lalu, ketika saya jumpai Dekan FK USK yang  sudah mantan itu. Tapi, kaki saya yang patah tahun 1985 sudah semakin ‘tua’ pada tahun 2008.

Pada Ramadhan 1432 H (2010 M) muncul lagi keinginan  saya untuk transliterasi Kitaburrahmah. Namun ternyata, saya tetap  belum mampu  “menggerakkan batin” guna  menyalin  ‘kitab rahmat’ itu. Perasaan–kalah sebelum bertempur–benar-benar melilit pikiran saya.  Beban pikiran yang mengganjal adalah: penyalinan kitab itu tidak mungkin selesai, karena amat tebal. Ketebalannya semakin berganda, karena tulisannya kecil-kecil.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved